BISNIS UNTUK KELUARGA, BUKAN SEBALIKNYA!

image

“Ayikk! Akhirnya resign diterima. Siap-siap berbisnis!”

Beberapa bulan kemuadian:
“Nyesel gue keluar kerja. Bisnis ternyata nggak mudah ya.” Gubraakkk…! ^_^

Ada yang udah pernah seperti ini? Keluar kerja, bisnis dan akhirnya bisnis itu berantakan nggak jelas. Hehehe… terus terang aja deh. Continue reading “BISNIS UNTUK KELUARGA, BUKAN SEBALIKNYA!”

Fenomena Asma Nadia

image

Sedih rasanya beberapa hari ini Mba Asma Nadia di bully terkait tulisan beliau di Republika beberapa hari lalu. Bahkan yang paling ekstrim dan (menurut saya) menyakitkan adalah tuduhan pengikut agama Syiah dari orang-orang terhadap beliau. Ada yang bilang beliau taqiyah (dalam ajaran syiah ada ajaran diperbolehkannya berbohong untuk kepentingan agama Syiah) dan lain sebagainya.

Terlepas dari apakah mba Asma Nadia ada kekurangan dalam tulisannya atau tidak, maka itulah efek dari sebuah tulisan. Tulisan bisa diterjemahkan menurut penilaian si pembacanya masing-masing. Nggak peduli apakah maksud si penulis ke A ternyata si pembaca memahaminya sebagai B, begitulah sebuah konsekuensi dalam sebuah tulisan.

So, menulis sebuah kebaikan saja akan diterjemahkan dengan berbagai macam persepsi, apalagi jika menulis sesuatu keburukan bukan?

Lalu apakah dengan kejadian yang telah menimpa mba Asma Nadia kita berhenti menulis? Tidak! Lanjutkan menulis. Tulislah apa-apa saja yang menjadikan orang lain mengarah kepada kebaikan. Tulislah apa saja yang membuat mata orang lain belajar tentang kemana mereka harus melangkah.

Dibalik kelemahan kita sebagai manusia, Allah tetap mewajibkan kepada kita tentang menyampaikan sesuatu yang bermanfaat. Jikapun ada kesalahan dalam tulisan, maka:

– Sekelas nabi Adam as pernah terbujuk makan buah Kuldi.

– Sekelas nabi Yunus as pernah melakukan kesalahan dengan meninggalkan kaumnya.

– Sekelas nabi Muhammad saw pernah ditegur oleh Allah swt karena lebih mementingkan dakwah kepada orang berpengaruh dibanding kepada satu orang buta, Abdullah Ibnu Maktum.

Maka apa yang terjadi pada mba Asma Nadia, itu menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam setiap merangkai kata.

Terakhir, saya percaya “kesalahan” yang dilakukan oleh mba Asma Nadia terhadap tulisan beliau di Republika hanyalah “noda kecil” atas ketulusan beliau berjuang lewat tulisan-tulisan yang sudah menginspirasi jutaan orang dan berujung pada kebaikan si pembaca buku-bukunya. Jadi, jika ada kesalahan kecil pada seseorang, jangan lupa ada pula kebaikan-kebaikan yang seharusnya kita apresiasi.

So, tetaplah menulis, tetaplah memberi manfaat lewat tulisan-tulisan kita ya.. ^_^

#SarapanKata, #Kontemplasi

Foto: hot.detik.com

Jejak-Jejak Kebaikan

Doraemon_2005“Memilih jalan yang baik itu bukan berarti tidak ada rintangan sama sekali.” (Doraemon)

***

Hehehe, barusan iseng-iseng nonton film Doraemon. film yang sampe sekarang masih jadi film favorit saya. Ada saja ilmu yang didapat dari film tersebut. Salah satunya quote ini:

“MEMILIH JALAN YANG BAIK ITU BUKAN BERARTI TIDAK ADA RINTANGAN SAMA SEKALI.”  (Doraemon)

Jadi langsung tersadar betapa banyak dari kita sering kali ngeluh dalam hidup, Rapuh dalam redup. Menyurut dalam kalut.

Contoh lainnya dalam kelas menulis di KMO. Sudah dihadirkan bang Marah Adill, Indra Permana, Ardi Gunawan, tetap saja hanya memunculkan semangat sesaat.:D #Tampol

Padahal, inti dari menghadirkan mereka sejatinya bukan dari TEKNIK MENULIS (karena teknik menulis bisa dicari dimanapun), melainkan VISI MEREKA KENAPA HARUS MENULIS.

Yah, hanya alasan dan visi besar kita lah yang menjadikan kebaikan yang sedang diperjuangkan dalam bentuk apapun menjadi nikmat untuk dihadapi, indah untuk di tafakuri.

Karena sejatinya memperjuangkan kebaikan tentu saja tidak ada yang mudah bukan? Bahkan BAGI HATI YANG SUDAH MATI kebaikan kecil berupa menyingkirkan paku di jalan saja akan terasa berat dan enggan.

Hehehe… Tulisannya sedikit serius ya..:D  Selamat menunggu adzan Magrib kawan..:)

#Sarapan(Telat)Kata😀

Kalau bermanfaat share ya ke yang lainnya..:)

The Biggest Enemy

image

Ada yang pernah bilang gini nggak?

– “Serius jadwal gue padat banget. Jadi belum ada waktu buat nulis.”
– “Ana sibuk sama urusan umat. Jadi nulis di waktu sisa. Tapi nggak kelar2…”
– “Saya lagi hamil 12 bulan😀. Ibu rumah tangga, ngurusin anak, kapan saya bisa nulisnya ya?”

Pernah nggak seperti itu? Saya pernah. Dan memang semakin kita gali, semakin bakal banyak alasan untuk kita menunda-nunda tulisan. Nggak bakal ada habisnya bro…:)

Namun, satu hal yang saya ingat, sebuah quote dari seorang bijak:

“THE BIGGEST ENEMY IS OURSELF”

Musuh terbesar sebenarnya ada dalam diri kita. Bukan pada orang lain.

Dan bener banget. Sering kali tulisan nggak kelar bukan faktor luar, tapi dalam diri kita.
– Terlalu malas untuk ngatur waktu
– Terlalu malas untuk baca buku
– Dan, terlalu SEMANGAT untuk nyari alasan.

Teringat Senin malam lalu istri masih harus dirawat di RS, dalam waktu bersamaan, harus ngisi materi di kelas KMO (Whatsapp) dan juga harus ngurusin beberapa hal lainnya. Karena lagi belajar mendawamkan komitmen, saya tetap ngisi kelas KMO sambil nyuapin istri (suami siaga dan baik hati kan saya😝 #nggakPenting) Karena saya pikir, alasan apapun, selama kita bisa ngakalin, ya, in syaa Allah jadinya dimudahkan sama Allah.

Perbuatan yang baik, akan selalu Allah mudahkan jalannya. In syaa Allah…

Makanya, yuk ah kita fokus ke solusi. Karena apapun yang kita lakukan, sejatinya kebaikan itu kembali ke diri kita pribadi.

Have a nice day guys. Berkah buat semuanya.

#SarapanKata

Sebuah Fase Hidup

faseDuluuu.. banget sekitar tahun 2011-an saya berpikir harus menulis tentang tutorial bagaimana menulis buku dengan benar. Karena merasa bahwa menulis merupakan sesuatu yang penting dan harus dilakukan oleh setiap orang. Berawal dari situlah akhirnya tercipta sebuah naskah dengan judul Kitab Terlarang Menulis Buku Bestseller. Namun ditengah perjalanannya ternyata saya masih belum berani menerbitkan naskah tersebut. Hal ini dikarenakan saya merasa belum memiliki cukup banyak pengalaman menulis buku. oleh karena itu saya endapkan dan biarlah saya menulis buku yang lainnya terlebih dahulu sampai kelak tiba waktunya naskah tersebut saya terbitkan.

Perjalanan telah membawa saya akhirnya pada pengalaman yang sangat berharga. pengalaman yang mungkin nggak setiap orang bisa mendapatkannya. selepas menjadi penduduk Bandung selama hampir sembilan tahun, akhirnya saya membangun beberapa bisnis. dan salah satu sebuah perjalanan hidup anak manusia pun dimulai… Continue reading “Sebuah Fase Hidup”

MENUMBUHKAN DAN MEMELIHARA KETERTARIKAN

menumbuhkan tertarikGuys, kl dipikir-pikir orang-orang yang sukses dalam meniti kariernya (entah itu sebagai pebisnis, karyawan, atlet dan lainnya) ada satu hal yang membuat mereka selalu kuat dalam meniti jejak menuju sukses di bidang yang mereka tekuni. Apa itu? Nggak lain karena mereka MENUMBUHKAN DAN MEMELIHARA KETERTARIKAN kepada apa yang mereka tekuni.

Guys, orang-orang yang sukses selalu memiliki dua hal yang saya jadikan sebagai judul. Kenapa? Karena jika tidak salah satu dari dua hal tersebut, maka apa yang dilakukan menjadi semacam beban. Jika yang dikerjakan menjadi beban, sepertinya tidak akan mungkin ia sukses da Continue reading “MENUMBUHKAN DAN MEMELIHARA KETERTARIKAN”

LOSER VS WINNER

Winner vs loserKalau kita teliti-teliti lagi, sering banget di medsos seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya memposting segala macam keluhan… Iya nggak?

Contoh:
– Ih, sebel deh cyn, gw kan mau medipedi, tapi kok ya sepatu yg harganya 10juta lecet kegores tiang jemuran.” *lebay*

– “Aku tahu, kamu sudah nggak suka sama aku. Biarin aku sendiri disini dimakan rayap.” *Emang kayu dimakan rayap*

– “Kalau butuh aja baru deh nelpon.”

Continue reading “LOSER VS WINNER”