Logika, fakta, dan Egoisme manusia

kadang manusia hidup itu penuh dengan misteri. dan memang manusia adalah misteri itu sendiri. begitulah aku dipertemukan dengan sang awan…dia merajut kasih dengan bintang namun inti dari kasih itu sendiri telh sirna.

banyak sekarang manusia yang berlogika, namun kepandaiannya telah mengubah air menjadi darah. kebenarannya telah membuat sang ibu menangis darah. aneh…kebenaran semacam apa itu yang sampai kepada menusuk hati yang tentram.

keadaan tenang itu telah berubah menjadi semak yang mengakar dan memuramkan ladang petani yang telah bersimbah peluh menanam pohon untuk anak cucunya kelak. hati manusia yang tak sakit ketika tanaman itu sudah dinodai dengan kegilaan bahwa kau salah telah menanam karet. seharusnya kau menanam benih padi.

ada yang salahkah dengan menanam karet? lalu kenapa tidak kau saja yang menanam padi, sehingga anak cucumu pun merasakan betapa nikmatnya hasil dari apa yang kalian tanam.

Mockingbird telah berkicau bernyanyi tentang keadilan. namun, keadilan itu telah sampai kepada hati yang lekang, hati yang telah terpatri menjadi tak menerima apapun selain dari dirinya dan dari golongannya.

apakah kau tak berterima kasih kepada manusia dimana telah menjadikan api itu menjadi jinak? maka kemanakah nurani yang bicara tentang kasih mengasihi?

ah…aku bingung antara logika, fakta dan egoisme manusia.

Iklan

3 thoughts on “Logika, fakta, dan Egoisme manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s