Pelajaran di Pagi Hari

pagi semua…^_^..

sehat? saya yakin untuk yang membaca blog hari ini semuanya dalam keadaan sehat walafiat. aminnnnn…minnn…min…..

prente-prente. pagi ini ada sebuah kejadian yang menarik yang bisa dijadikan semangat buat kita untuk kembali menyelami makna kehidupan kita sebenarnya. kenapa? karena sejatinya kehidupan kita adalah kehidupan yang didalamnya harus dimaknai sebagai sebuah amal-amal panjang. okay, kita mulai saja yah…

Dari beberapa hari yang lalu motor tuaku mengidap sebuah penyakit bernama rem yang blong. di injak remnya..eh motor terus saja jalan. okay, dari pada ngebahayain diri sendiri, lebih baik ngeluarin dana sedikit.

datanglah ke tempat bengkel langganan. dan kutemukan si akang yang bernama kang deni. dia yang suka otak atik motorku. “wah, kunaon sampe kieu?” ke nya ku saya di bereskeun” (Wah kenapa sampe begini? okay saya betulkan)..

ditengah membetulkan rem si akang nanya ke saya yang sedang mengamati pekerjaan kang deni. “gimana istri dah ngisi?” “alhamdulillah sudah kang” jawab saya sambil terus memerhatikan bagaimana caranya dia betulkan rem. percakapanpun berlanjut ngalor-ngidul..sampai pada dia cerita tentang keluarganya.

“Keluarga saya mah ironis kang.” tiba-tiba ia bicara. “kenapa gitu kang?” tanya saya keheranan. keluarga saya yang saya bina selama 13 tahun ternyata kandas tahun kemarin kang.” istri saya selingkuh dengan teman sekerjanya.” ia bercerita dengan suara yang agak bergetar seperti menahan. sebagai seorang yang baru nikah, saya merasa wah…cerita yang berat niy…gimana ngomentarinnya ya..walhasil aku biarkan saja dia bercerita sambil terus bertanya lebih dalam tentang dirinya dengan harapan ia melepaskan kepenatannya. subhanallah…

yang saya rasakan adalah betapa berharganya sebuah keluarga yang kita bangun. keularga bagi si akang tadi adalah tempat bersandar ketika ia lelah. ia rela bongkar pasag motor tua dan bermandi peluh untuk istrinyadan juga anaknya yang sudah masuk smp.

untungnya semangat ia timbul kembali setelah melihat anak satu-satunya. “saya harus bangkit kang” katanya. “waktu awal-awal perceraian, saya sering berpikir buat apa lagi saya kerja” uhh…saya coba mendalami perasaannya seberapa sakitkah dia ketika menghadapi cobaan semacam itu. sungguh mengerikan rasanya jika hal tersebut terjadi pada kehidupan kita. semoga saja yang sudah menikah, pasangan anda tidak menzalimi anda begitupun sebaliknya. karena sejatinya hidup ini akan lebih indah ketika kita faham tentang pasangan kita.

Iklan

10 thoughts on “Pelajaran di Pagi Hari

  1. Bagaimanapun kehidupan memang tak harus sesuai harapan. itu pasti. namun demikian, menurut saya pribadi keikhlasan menjalaninya tetap menjadi kekuatan jiwa yang utama. Salut ceritanya kang, sangat inspiratif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s