Karena Niat adalah Awal dari Keberhasilan

Alhamdulillah akhirnya bisa ngeblog lagi setelah beberapa minggu tak sempat untuk ngeblog. Selama offline banyak sekali kerjaan yang menuntut perhatian. kejar target nulis buku dalam seminggu, piuuwwhhh…akhirnya satu minggu terakhir adalah waktu-waktu yang sangat melelahkan. terbayanglah nulis setengah buku dalam seminggu… Jika saya lihat dari kerja keras saya dalam menulis buku tersebut, tentu saja sangat tidak sepadan dengan kerja lembur selama satu minggu setiap hari.

namun, ditengah-tengah perjalanan dalam menulis buku tersebut akhirnya saya tersadar bahwa jika saya menulis buku ini karena ingin mendapatkan uang, maka sangat sayang sekali ilmu didalam buku tersebut karena tidak akan mengalir dan menjadi pahala.

akhirnya saya revisi ulang niat saya dalam menulis buku. saya bangun kembali tujuan sesungguhnya dalam menulis buku bahwa semoga apa yang menjadi hasil pemikiranku selama satu minggu, hasil kontemplasi dengan berbadai sumber bacaan, menjadi pahala yang terus mengalir walaupun ketika itu saya sudah tiada.

Wah…dari situ akhirnya semangat menulis buku itu timbul kembali dan saya mencoba untuk menjadikan uang sebagai efek dari menulis saja. dan seketika itu juga hati menjadi tenang. begitupun dengan sbuah bisnis tentunya. dalam berbisnis tentu harus ikhlas menjalaninya. kejujuran merupakan kunci utama dalam berbisnis.

Jika tidak seperti itu bagaimana mungkin bisnis akan berkembang sementara keihklasan dan kejujuran yang merupakan faktor yang paling utama dalam bisnis tidak di indahkan? seorang Victor Asih yang membuat pelatihan sekolah bisnis gratis mengatrakan bahwa kerja ikhlas tanpa imbalan akan memberikan timbal balik pada suatu hari nanti. yang paling penting adalah niat kita berbisnis adalah untuk menolong orang yang membutuhkan selain untuk mendapatkan uang.

Saya ingin menceritakan sebuah cerita yang diceritakan di buku best seller victor Asih.” diceritakan bahwa ada seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsinya. skrips tentu saja membutuhkan dana yang sangat banyak, yang akhirnya menguras keuangan si mahasiswa tersebut. pada suatu hari si mahasiswa merasakan lapar yang teramat sangat. namun, uang yang ada disakunya cuma 2 ribu.

Jika tidak makan tentu saja akan membuatnya semakin merana, tapi jika makan, uang 2 ribu cukup untuk membeli apa? tapi akhirnya si mahasiswa tersebut pergi ke warung nasi juga. singkat cerita si mahasiswa menanyakan seluruh lauk yang ada disana dan hasilnya adalah uangnya yang 2 ribu masih kurang mencukupi. lalu si mahasiswa itu bertanya “kalau nasi sama kuahnya aja berapa bu?” si ibu itu menjawab “kalo kuahnya aja gratis” akhirnya si mahasiswa itu membeli nasi plus gratis ditambah bumbunya. si ibu merasa kasihan melihatnya.

Mungkin pikir si ibu si anak pasti orang tuanya kurang mampu atau mungkin lagi bikin skripsi sehingga harus ngirit. dengan perasaan kasihan, akhirnya si ibu menyelipkan telur kebawah tumpukan nasi. ketika tiba di kosan, sang mahasiswa terkejut karena ternyata di dalamnya ada telur yang diselipkan. akhirnya dengan semangat ia melahap nasi tersebut.

Kemudian si mahasiswa pada akhirnya terus memesan nasi kepada si ibu warung nasi tersebut. dan si ibu warung nasi tersebut selalu menyelipkan telur di bawah nasinya. pada suatu hari si mahasiswa sudah tidak pernah datang kembali ke warung. si ibu berfikir mungkin sudah lulus sehingga sudah tidak ke warungnya lagi. tahun demi tahun berganti. suatu saat tempat si ibu berjualan itu digusur karena akan ada pembangunan sebuah monumen.

Si ibu kebingungan karena dia tidak mempunyai tempat lagi untuk berdagang. namun, ditengah kegelisahan si ibu nasi, datanglah seorang pemuda yang membawa mpbil. pemuda itu bertanya apakah ibu digusur juga?” si ibu menjawab ya. lalu pemuda itu bertanya lagi “apakah ibu sudah punya tmepat baru?” si ibu kembali menjawab tidak. lalu tiba-tiba si ibu ditawari untuk menjaul makanan didekat kantor si pemuda tersbut.

Tempatnya tak usah disewa. jualannya terserah sampe si ibu tidak jualan lagi. si ibu merasa heran, siapa gerangan yang mau memberikan tempat berjualan. apalagi tempat teresebut tak perlu bayar. setelah ditelusuri ternyata yang mempunyai gedung tersebut adalah mahasiswa yang waktu itu selalu diselipi telur kedalam nasinya. subhanallah, keihklasan telah membuat sesuatu berubah. begitulah hakikat ikhlas. ia memberi tanpa harus meminta yang lainnya. bisnis seharusnya disandarkan kepada ikhlas semacam ini.

Iklan

2 thoughts on “Karena Niat adalah Awal dari Keberhasilan

  1. niat memang akhirnya yang mendasari segala sesuatu….klo bisnis terkadang tersendat, mungkin itu colekan kecil dr Pemberi Rezeki untuk memperbaiki niat kita yg mungkin salah…hmmm…..
    begitupun dlm hal lain di semu sisi kehidupan ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s