Berlomba Menjadi Berhala

Ada sebuah tulisan dari seorang teman yang sangat membuat hati saya terdiam lalu merenung. betapa tidak, ternyata acara-acara semacam Indonesia mencari bakat, Indonesia’s got talent dan acara sejenisnya ternyata secara tidak sadar telah menjadikan kita seseorang yang mengagung-agungkan manusia. innlaillah….

ini dia artikelnya….

“Aneh! Menyaksikan begitu banyak kontes idola-idolaan hari-hari ini. Semua berlomba untuk menjadi idola yang digemari dipuja dan dikenal dimana-mana. Fenomena ganjil yang mengemuka di depan kita semua. Mengapa begitu haus manusia menjadi idola??Bukankah sama artinya mereka sedang berlomba-lomba menjadi atau menandingi Tuhan? “Lho Kok sampe kesitu mas?! Serem amat!”Jangan esmosi gitu dong.

Sini deh, sampeyan dengerin baik-baik penjelasan saya. Mari kita dudukkan persoalannya. Idola adalah kata serapan Bahasa Inggris; idol. Lihatlah webster dictionary menjelaskan arti kata ini… An image of a divinity; a representation or symbol of a deity or any other being or thing, made or used as an object of worship; a similitude of a false god.[1913 Webster]Jadi segala sesuatu yang dijadikan objek sesembahan yang mencoba menyamai Tuhan disebut idol. Maka terjemahan paling pas dari kata idol ini dalam Bahasa Indonesia adalah berhala.

Dulu di masa jahiliah sebelum diutusnya para nabi, idola itu berwujud  replika bodi orang-orang alim terdahulu. Hingga ke zaman rasul terakhir  Latta, Uzza dan Manat dan Hubal menjadi idola. Yang ke semuanya menjadi tandingan Allah SWT, disembah dan dimintai pertolongan kala mereka gundah. Maka menjadi tugas berat para nabi dan rasul serta yang mengikuti jejak mereka untuk mengembalikan penyembahan itu pada yang sepatutnya. Serta mengarahkan seluruh laku dan tindakan sesuai keinginan Sang Pencipta yang hanya Dialah yang pantas dijadikan sembahan.

Sering digambarkan di buku-buku sejarah, para penganut totemisme bersimpuh di hadapan berhala, sambil meminta dan memohon kepadanya. Maka coba kita perhatikan baik-baik sikap dan atitude para pemuja idola di jaman modern, idola yang terdiri dari para artis. Mereka menjerit-jerit dan memohon serta menyanyi dan menangis bersama sang artis. Sehingga jika ada pesan-pesan amoral yang dibawakan oleh sang idola mereka akan langsung mengamininya. Hari ini idola dan mengidolakan menjadi gaya hidup yang diidap sebagian besar manusia. Sehingga tidaklah mengherankan, ketika ada artis yang berzina dan diketahui seluruh khalayak, penggemarnya akan bergeming tak peduli seolah matanya tertutup dari menganggap itu sebuah kesalahan.

Mereka malah memberikan dukungan sepenuh jiwa dan raga.  Mereka juga akan sengit menyerang orang-orang yang memprotes atas dasar moral atau keimanan. Tabiat dari pemujaan terhadap berhala adalah tabiat yang takkan dipahami kecuali oleh penganut yang sejalan. Dan puncak dari pengabdian pada sesembahan adalah menyerahkan jiwa dan raga pada sang berhala.

Lihatlah dalam At Taubah ayat 31 :اتخذوا أحبارهم ورهبانهم أرباب من دون الله والمسيح ابن مريم…”Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb selain Allah dan juga menjadikan Al masih bin Maryam sebagai sebagai rabb”proteslah Adi bin Hatim yang dulunya nasrani kepada Rasulullah. Dia berkata, “Ya Rasulullah mereka tidak menyembahnya””Memang benar. Tetapi bukankah mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram untuk para pengikutnya, kemudian para pengikutnya menguikuti mereka?! Itulah bentuk penyembahan mereka kepada orang alim mereka..

Sedangkan orang yang alim sekalipun bisa saja menjelma jadi berhala. Manakala dia tidak berpijak pada pemahaman yang benar tentang ibadah, atau membuat-buat sendiri ibadah dan diikuti secara membabi buta oleh para pengikutnya. Apatah lagi para idola busuk akhir zaman yang menari-nari dan bergantian mempermainkan hati manusia yang lemah. Wah mas, berarti saya nampaknya mesti syahadat ulang?”Ya,sampeyan kan tiap sholat udah baca syahadat. Tinggal realisasinya aja. Tidak ada ilah (sesuatu yang ditaati) selain Allah. Pelajari semua perintahNya dan laksanakan. Gitu aja koq repot..

by Fajri Hidayat

Iklan

One thought on “Berlomba Menjadi Berhala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s