Berimajinasi

“Rintik-rintik hujan ini tak akan mampu mengalahkan impianku” mungkin itulah yang dikatakan oleh mang becak yang baru saja melintas dihadapanku. Lalu saya menerawang masuk ke celah labirin otak yang semrawut. bertemu dengan anaknya, istri yang tengah harap-harap cemas karena suaminya yang tengah mencari nafkah untuk membiayai kehidupan sehari-harinya yang tak jua kunjung tiba, terlebih hari ini hujan besar. Seketika itu juga ucapan syukur menghiasi hati karena ternyata saya masih diberikan kehidupan yang jauh lebih baik dibandingkan keadaan mang becak itu. aliran-aliran di batok kepala saya mengalir begitu saja. ini sepertinya menjadi kebiasaan baru. kebiasaan masuk dan berimajinasi seandainya saya menjadi orang yang saya lihat, apa yang akan saya lakukan. Berimajinasi dan memerankan orang tersebut.

Mungkin terlalu na’if, tapi bagi saya ternyata kebiasaan baru itu cukup mengasyikan. Ketika saya berada di Mall, yang terpikir pertama kali adalah apa sebenarnya yang ada di kepala mereka. Tujuan apa sebenarnya yang ada dibenak mereka. Berimaji seperti ini telak telah menjadikan saya orang yang pada akhirnya belajar untuk menjadi bijaksana, berimajinasi seperti itu telah memanusiakan hati saya. Dengan berimajinasi saya belajar untuk bersyukur.alhamdulillah…

Entah, ini salah atau benar, tapi yang jelas hari ini saya terduduk diparkir SMA4 Cirebon. hujanlah yang membuat saya terduduk dan mulai berimajinasi. pakaian yang lusuh, celana jeans tanggung dengan bekas potongan diujungnya, dan topi yang menghias di kepala untuk menahan panas Cirebon yang kadang menyengat, namun kini topi itu berperan sebagai penahan air hujan seperti sekarang ini. setiap hentakkan kakinya pada pedal yang terlihat berat dan keras yang menimbulkan otot-otot yang kuat.

Ia datang dengan hujan yang membuatnya basah kuyup membawa seorang guru yang akan masuk ke sekolah. Kaki-kaki itu seperti berkata di imajinasiku “Alhamdulillah, nak, hari ini bapak bawa uang untuk makan kita. kita bisa makan lebih enak (setidaknya untuk hari ini)” kelebatan-kelabatan kalimat dan imajinasi itulah yang datang ke batok kepala. Aku sedang memarankan mang becak itu.

Kadang saya berpikir seperti dalang yang sedang memainkan lakon. Tapi bagiku ini harus ditangkap, ini inspirasi untuk memanusiakan saya, lalu berusaha bersyukur dan mengucap alhamdulillah….ternyata keadaanku masih lebih baik, nuraniku masih hidup walaupun harus tertatih-tatih…alhamdulillah..

 

dalam Basah Kuyup

Gambar:  ww.devieriana.com

Iklan

3 thoughts on “Berimajinasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s