STOP BELAJAR!! Kalau Ingin Pintar

“Pak..tadi bapak bilang bahwa STOP BELAJAR!! jka kamu tidak memahami utnuk apa kamu belajar. lalu bapak juga bilang Impian membuat kita menjadi orang yang mempunyai tujuan dan fokus. nah seandainya saya ingin menjadi dokter, tapi karena kemampuan orang tua saya yang tidak memungkinkan, akhirnya saya harus mengurungkan impian saya. Kuliah saya tidak sejalan dengan impian. bagaimana menurut bapak?”

Pertanyaan ini datang dari seorang mahasiswa yang merupakan salah satu peserta bedah buku STOP BELAJAR!! Kalau Ingin Pintar. kebetulan buku ini adalah buku kedua yang benar-benar saya ambil dari inspirasi perjalanan kehidupan saya di dunia pendidikan. Baiklah kita teruskan. Pada pertama kali saya mencari judul untuk buku ini terus terang cukup sulit. kenapa? Tidak lain karena buku ini adalah hasil kontemplasi saya selama beberapa tahun berada dalam dunia belajar formal.SD, SMP, SMA, dan Kampus.

Setiap saya bertanya kepada peserta seminar, training dan beberapa teman saya, paradigma belajar sudah menyatu dengan belajar di tempat formal.  Sebenarnya tidak salah dengan pendidikan formal. tetapi sangat sempit rasanya ketika belajar selalu diidentikan dengan pendidikan formal. Padahal sejatinya belajar adalah ruang lingkup yang begitu luas, seluas alam semesta yang terus berkembang, atau seluas otak manusia yang tidak pernah terbatas seperti pendidikan formal.

Kalau belajar diidentikan dengan dunia formal lalu bagaimanakah nasib Buya Hamka, Ibnu Sina, Al-Jabar atau orang-0rang yang mengubah sejarah tanpa melalui pendidikan formal? jika kita lihat pada abad ini siapa yang tidak mengenal Mark Zukenberg sang maestro facebook. lalu kita juga tahu Bill Gate. Di dunia bisnis, kita tentu mengenal Bob Sadino, Robert Kiyosaki, Purdy Chandra dan lainnya.  Lalu apakah mereka tidak pantas mendapatkan gelar kehormatan karena mereka mempunyai kekuatan ilmu? padahal mereka tidak lulus kuliah?

Pemikiran yang sempit tentang belajar ini telah mengakar kepada banyak orang. Padahal tentu kita tahu bahwa belajar dapat kita lakukan dimanapun, kapanpun tanpa terbatas kepada pendidikan formal saja. bahkan pada kenyataannya ada jurang pemisah antara belajar di tempat formal dengan belajar di dunia luar. Jurang ini telah menyebabkan hasil yang cukup berbeda dari segi ilmu. Contek mencontek sudah tidak asing lagi di pendidikan formal kita. Bahkan sebagian besar guru-guru pun telah terbiasa dengan hal tersebut. Buktinya mereka mereka memberikan contekan kepada siswanya ketika Ujian Nasional? kenapa terjadi seperti ini? tidak lain karena tujuan yang telah berbeda dari apa yang seharusnya. Inilah jurang pemisah itu. Orang yang belajar di dunia nonformal kebanyakan dari mereka karena kinginannya sendiri untuk belajar. Tidak begitu dengan dunia formal. orang yang belajar disana (pendidikan formal) telah memfokuskan dirinya kepada dunia Prestise. Padahal sejatinya pendidikan formal adalah tempat yang layak untuk menimba ilmu, bukan menimba nilai.

Saya sedang tidak menyalahkan pendidikan formal, tetapi lebih kepada ingin meluruskan bahwa seseorang dapat mewujudkan cita-citanya bukan hanya harus di pendidikan formal saja. pendidikan formal hanyalah salah satu jalan untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. jika, kita tidak dapat masuk ke dunia formal seperti itu, bukan berarti kita berhenti belajar bukan? kita bisa belajar lewat jalan manapun. bisa lewat kursusan, lewat komunitas-komunitas dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan saya, ada ruang dimana saya berhenti belajar untuk menemukan sesuatu dalam diri saya (inilah cikal bakal dari judul buku saya). Hal ini tidak lain agar saya tidak bingung denan proses belajar saya. Setelah saya menemukan potensi saya dan menemukan impian saya dari potensi tersebut, akhirnya yang terjadi adalah sesuatu yang sangat ajaib. Saya begitu semangat belajar. karena saya tahu kemana arah saya kedepan walaupun saat itu apa yang menjadi keinginan saya tidak selaras dengan belajar formal saya. Saya belajar dari luar bagaimana cara menulis, saya belajar dari luar bagaimana saya berwirausaha. Kampus? kampus menjadi ladang relasi untuk mewujudkan apa yang saya inginkan.

Begitulah seharusnya belajar. Ia tidak dimonopoli oleh pendidikan formal semata. Paradigma semacam ini harus dirubah. Namun, sebelum semuanya bisa dirubah secara konsep, alangkah baiknya kita rubah belajar kita dengan mengawali dari menemukan potensi dan impian kita. Selanjutnya fokuslah pada apa yang kita inginkan..jadi, STOP BELAJAR!! Kalau Ingin Pintar.

 

Iklan
Posted in Tak Berkategori

11 thoughts on “STOP BELAJAR!! Kalau Ingin Pintar

  1. mkasih atas inspirasinya … saya juga punya ketertarikan diluar jurusan sekolah saya , alhasil saya kurang semangat dalam belajar dan nilai jurusan saya kurang memuaskan , benar teman-teman saya sekolah hanay untuk mendapatkan nilai bukan ilmu *kebanyakan sih

      1. tapi terkadang saya jadi ragu fokus sama apa yang saya sukai ,karena kakak saya meragukan kesukaan saya katanya :”mau jadi apa kamu bergelut didunia seni ?”
        tapi saya suka seni giaman ?

  2. bukankah sudah banyak bukti orang seni banyak yang sukses…banyak kawan, banyak sekali. Jika orang terdekat kita berkata seperti itu, sebenarnya dia sayang sama kita. mereka tidak ingin kita gagal. tinggal bagaimana kita membuktikan bahwa kita sanggup besar di dunia yang kita sukai…banyak wadah yang bisa kita jadikan sebagai ajang sharing…wadah itu juga yang akan memberikan kepada kita jalan panjang menuju ke suksesan….semangat…!!:D

  3. WOW. ni buku mantap banget ni… dmana ya bisa saya dapatkan??
    saya penasaran dengan isinya..????
    ngomong2 soal belajar, ya banyak cara lah. alam yang luas ini jika kita amati dpatlah menjadi sumber pelajaran bagi kita. amatilah lalu beripendapat dan simpulkan. itulah caranya…
    kita dapat juga dengan mengikuti seminar-seminar baik itu kepemimpinan pengembangan dir dan sebagainya…
    yg penting ilmu nya.. yang dapat menginspirasi banyak orang…
    salam dari saya ” HANAFI AUZAN”
    CALL ME…: 081993351792

  4. ehmm…nama saya chaerina fauziyah,,langsung jjah.. saya udah dapatkan buku ini,,tapi punya guru saya..jadi saya pinjem bukunya,,??saya mau punya buku ini dimn ya saya belinya??
    ow yah,,saya sudah menemukan cita2 saya itu apa?tapi masalahnya mamah saya pengennya saya menjadsi seorang ustaza./ahli fiqih,sedangkan cita2 saya ingin jadi seorang dosen fisika??saya bingung harus kaya gimn?saya ingin ngebahagiain orang tua saya??

    1. buku bisa didapat di Gramedia..:) cita-citanya kan bisa diambil dua-duanya…kalau sudah masuk kuliah di jurusan Fisika, gabunglah di Lembaga Dakwah Kampus…asah keilmuan disana dan jadilah ustazah yang ahli fiqih dan fisika….banyak juga lembaga-lembaga non formal yang memberikan pengajaran tentang fiqih…obrolkan sama orang tua dengan baik-baik..insyallah orang tua faham kok…salam kenal..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s