Jangan Menulis Buku…!!!

yup, jangan menulis buku sekali lagi…kenapa? karena menulis buku dapat menyebabkan kamu ngantuk, laper, susah tidur, dikejar-kejar Jin (hehehe…editor maksudnya…piss)…..

saya bilang jangan “menulis buku kawan…” kawanku langsung protes karena dia suka banget nulis. “Lha orang mah nulis buku itu penting…situ ngapain nulis buku?”

Ada banyak kisah tentang penulis-penulis dalam melewati proses menulisnya. Banyak diantaranya akhirnya menyerah dan berhenti menulis.

banyak teman yang bertanya bagaimana sih nulis? kok ya aku tulisannya ga kelar-kelar? padahal sudah berusaha skuat mungkin bagaimana caranya agar buku saya rampung. mangkanya saya bilang ke kawan tersebut “jangan menulis buku kalau kamu hanya memakai waktu sisa untuk menulis buku.”

Menulis itu bukan hanya sekedar waktu siswa, kita harus punya waktu khusus untuk menulis karena dengan waktu khusus itulah menjadikan kualitas tulisan kita lebih manknyus dibandingkan menggunakan waktu sisa. kenapa? karena waktu sisa berarti tenaga dah capek, otak sudah nge hange karena kerjaan selama seharian dan hal-hal lainnya yang menyebabkan tulisan menjadi hambar.

“jangan menulis buku jika tidak punya visi yang jelas.” banyak ketikasaya bertanya ke kawan-kawan yang sedang menulis lalu saya tanya “wah, lagi nulis ya?” Lalu dia jawab “ngga mas, iseng aja.”

Saya pikir menulis bukan hanya sebuah keisengan semata. keisengan menyebabkan apa yang kita tulis menjadi sesuatu yang sekedarnya, tidak mempunyai arah yang jelas “niy buku mau dibawa kemana.” Menulis harus punya visi jelas sehingga menghasilkan sebuah tulisan yang bermanfaat. coba deh bayangkan seandainya JK. Rowling sang maestro penulis buku Harry Potter jika dia menulis hanya karena iseng saja, saya yakin novelnya tidak akan pernah diterbitkan ketika sekali ia kasih ke penerbit dan ditolak mentah-mentah.

penulis-penulis besar tidak menjadikan tulisannya menjadi sebuah keisengan. karena dia tahu dengan tulisan ia bisa merubah keadaan. Baik keadaan finansial maupun keadaan orang yang membaca buku ini. Seandainya Chairil Anwar menulis syair-syairnya dengan penuh keisengan maka saya yakin tulisannya tidak akan semegah namanya hari ini…yakinlah menulis karena iseng menyebabkan tulisan teman-teman hanya sekedar tulisan biasa.

Bagi penulis-penulis besar menulis merupakan proses menarik yang tidak bisa dilepaskan. Ia seperti candu yang kadang jika tidak melakukannya sedikit saja maka akan terasa ada sesuatu yang hilang. Menulis bagi penulis besar adalah berbicara tentang sebuah pikiran yang ingin ia muntahkan lalu ia berikan kepada setiap orang tentang isi otaknya.

jadi, sangat sayang rasanya jika kita hanya menulis di waktu-waktu sisa, atau hanya sekedar iseng-iseng belaka.

 

 

Iklan

2 thoughts on “Jangan Menulis Buku…!!!

  1. betul banget mas, menulis itu harus disriusin. krn sma hal yg kita korbankn untuk menulis itu baik waktu atau apapun pasti akan membuahkn hasil nnti’a. Dn saya jg sdang mncoba itu, bagaimana benar2 meluangkn waktu untuk hobi nulis saya. hehe 😀
    salam kenal mas,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s