Menulis Dengan Hati

Kelas menulis Smart Writing School kemarin terasa sangat berbeda. Ada semangat, namun ada juga yang masih merasakan kebingungan kenapa mereka harus menulis. Hal ini tentu saja menjadi bagian perhatian serius bagi saya sebagai tutor.

Ada hal yang menarik dari setiap peserta. Ada yang semangat, namun, masih ada pula yang merasa masih hambar. Saya merasa ada yang salah yang harus segera diluruskan. Ada kunci yang harus segera mereka punyai agar mempunyai perasaan bahwa dirinya adalah seorang penulis. Karena tidak mungkin seseorang menulis tetapi dalam dirinya tidak ada perasaan bahwa dia adalah penulis. Selain itu, jika ia sudah merasa bahwa dirinya adalah seorang penulis, maka apakah ia sudah menulisnya dengan visi yang jelas. Visi inilah yang kemudian menjadikan tulisan yang mereka tulis diikuti dengan hati di dalamnya.

Menulis dengan hati adalah sesuatu yang sangat penting. Kenapa? Mungkin anda pernah membaca buku, artikel, atau jenis tulisan lainnya. Namun, Anda merasakan bahwa “materinya bagus, cara menyampaikannya juga bagus, tetapi kok ada yang kurang ya?” saya juga sering merasakan hal yang sama. Dan hal tersebut adalah masalah menghadirkan hati dalam tulisan.

Sebuah tulisan adalah hasil dari pemikiran sang penulisnya. Oleh karena itu penulis seperti memindahkan sebuah pikiran dan hati untuk disampaikan kepada pembacanya. Jika tulisan itu tidak dibarengi dengan hati atau mentalnya maka akan ada sesuatu yang hilang didalamnya.

Jika anda membaca novel Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, Ayat-ayat Cinta, To Kill A Mockingbird disitu anda akan mendapatkan perasaan si penulis. Tulisan itu seperti bukan hanya sampai ke pikiran saja tetapi juga ia masuk ke hati kemudian menjadi sebuah inspirasi bagi para pembacanya. Begitula seharusnya tulisan, ia mampu menggerakan pembacanya merubah sesuatu (terlepas kearah yang lebih baik atau lebih buruk). Begitulah buku-buku yang telah berpengaruh besar selalu ditulis dengan hati. Oleh karena itu bagi anda yang sedang menulis, tulislah tulisan anda dengan menghadirkan hati di dalamnya. Bukan hanya dengan akal pikiran saja. Karena setiap apa yang kita ucapkan akan lebih berpengaruh besar jika didalamnya terdapat ruh. Selamat menulis.

Iklan
Posted in Tak Berkategori

One thought on “Menulis Dengan Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s