Sepenggal Cinta Untuk Merbabu

Menikam, ia telah menikam dalam peraduan…

membasahi sudut-sudut sepatu yang tengah berusaha menjejak sampai ke puncak…

sepanjang jalan itu kau begitu gagah bagiku…setidaknya bagi kaki yang terus berusaha untuk melangkah, melangkah sampai pada titik Triangulasi.

Titik Puncakmu…Titik Tertinggi mu..

Ah, ada hasrat yang terhempas dalam bibir tebing puncakmu…namun ada sedih yang memuncak…begitu susah kau menampakan keindahanmu, kegagahanmu diantara Merapi, kegagahanmu di depan Sumbing…

Ada rayu yang mengatakan bahwa awan mengajaku bercengkrama pada padang ilalangmu, pada permadani-permadani yang menghiasi tubuhmu….aku akan kembali…kembalimenimati riuhnya angin, manisnya jurang-jurang terjalmu, sunrise cantikmu, awan-awan cintamu…aku akan kembali menjengukmu untuk sekedar meminta maaf bahwa aku pernah sedikit mencelakaimu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s