Sekali Lagi Tentang Proses

Begitulah..lagi-lagi semuanya diawali dengan proses. seorang penulis besar se kelas Gola Gong pun mengatakan bahwa setiap penulis selalu diawali dengan kata perkata. “Ide yang muncul tidak akan menjadi apa-apa ketika ia hanya tertanam di kepala tanpa dimuntahkan kepada rangkaian kata-kata.” Kata-kata mas Gola Gong ini menyebabkan darah semakin mendidih untuk terus menulis, menulis dan menulis. Pengalamannya berkeliling dunia (Impian ini belum terwujud oleh saya. Tapi Insyallah akan segera terwujud. Doanya:D) telah menyebabkan Ia (Gola Gong) menjadi seorang Travel Writer yang sangat dahsyat. dan Semuanya diawali dari satu langkah dan satu kata yang diketikan di atas mesin tik (dulu belum familiar dengan laptop :D).

Itu pulalah yang mengawali saya menulis. Berawal dari seorang mahasiswa yang berada ditingkat galau paling tinggi, akhirnya justru menyebakan saya berproses menjadi seperti sekarang ini. Bukan, bukan untuk menyombongkan diri. Hanya kadang berpikir jika melihat kembali kebelakang, pencapaian hari ini seperti sesuatu yang  sangat mustahil. Diawali dari impian saya menerbitkan buku minimal satu buku dalam kehidupan saya, ternyata sampai hari ini saaya bisa menerbitkan setidaknya 8 buku, walaupun capaian itu dilakukan dengan tergopoh-gopoh, keringat bercucuran, dead line dari sang Editor yang “Kejam” :D, bahkan sampai kepada lembur dengan sedikit terlelap. Tetapi saya berpikir ternyata proses seperti inilah yang dirasakan oleh para penulis besar. Bagi saya ini adalah sebuah proses yang patut saya hargai (PeDe Abis..:D)

Kembali ke Gola Gong, belajar dari penulis besar seperti Gola gong yang baru kemarin (Ahad, 14 Oktober 2012) datang ke Cirebon untuk mengisi training Kepenulisan Novel, proses ia menulis naskah ternyata tidak mudah. Ia awali dari perjalanan keliling Indonesia dengan metode Lifting. Menurut saya itu adalah sesuatu yang sangat berat, melelahkan sampai ia membutuhkan waktu dua tahun untuk mengelilingi Indonesia (Ditambah beliau hanya mempunyai Lima jari tangan). Hasilnya, seluruh perjalanannya mengelilingi Indonesia diterbitkan di sebuah majalah remaja terkenal. Tidak hanya itu, perjalanannya mengelilingi Indonesia ia tumpahkan ke dalam bentuk novel ber seri yang berjudul “Balada Si Roy”. menakjubkan kan kawan?

Jika hari ini, mereka bisa menerbitkan banyak buku, maka hari ini kita belajar tentang bagaimana proses mereka mengawalinya, bukan hasil sekarang yang  sudah mereka para penulis capai, tetapi prosesnya lah yang akan menjadi nilai lebih dan akan menjadikan kita semakin kuat dan tajam dalam mengasah kemampuan kita dalam dalam menulis. Yang unik dari itu semua (kehebatan Gola Gong dalam merangkai kata) ia adalah seorang yang cacat, tidak memiliki tangan kiri, tetapi sampai hari ini ia telah menerbitkan lebih dari 100 buku. Inilah yang membuat saya berdecak kagum kepadanya. Sebuah proses yang menurut saya tidak mudah. Tetapi inilah hasil dari sebuah tekad yang kuat, yang menghujam ke ulu hati, yang menghujam kepada impian-impian besar tentang hidup yang bermanfaat.

 

Iklan
Posted in Tak Berkategori

4 thoughts on “Sekali Lagi Tentang Proses

  1. pa di buku sepuluh juga, bikin aku membuka diari kumal berwarna merah saga yang sudah kusam warnanya. Aku buka-buka lagi. ternyata, emang ada catatan tentang pertemuan pertamaku dengan Mas Gong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s