Yang Sudah Dimulai, Maka Selesaikanlah

Seminggu ini benar-benar banyak yang harus diselesaikan. “Apa yang sudah dimulai maka selesaikanlah.” Begitulah Ippho Santosa dalam training Moslem Millionairenya berkata. Kata-kata Mas Ippho ini spontan membuat saya teringat kembali dengan kerja-kerja yang belum terselesaikan. Lalu saya berpikir “jangan-jangan inilah yang menunda kesuksesan saya” (PeDe aja ya ha..).

Jika kita melihat kebelakang sekali lagi tentang sebuah kesuksesan, sebenarnya kunci utama dari kesuksesan adalah fokus dan serius dalam menyelesaikan pekerjaan yang sudah diselesaikan.

Nampak sepele memang. Tetapi yang sepele ini ternyata dapat mendatangkan sebuah perubahan yang sangat besar dalam berbagai kehidupan. Seorang mahasiswa karena fokus pada kuliahnya maka ia dengan segera menyelesaikan kuliahnya. Seorang penulis karena fokus kepada tulisannya maka yang terjadi adalah tulisannya akan mendapat apresiasi yang besar dari pembaca (terlebih naskah yang sedang digarap lebih cepat selesai). Seorang pebisnis ia akan segera sukses karena ia fokus pada pekerjaannya. Simpel namun yang simpel ini menjadikan sebuah perbedaan yang besar dalam pencapaian.

Mari kita belajara dari orang-orang besar tentang keseriusan. Keseriusannya dalam menulis menyebabkan ia mendapatkan rekor Muri. Sampai sekarang buku yang telah ia terbitkan mencapai 400 bukuan. Dia adalah Ali Muakhir seorang penulis besar. Penulis yang mendapatkan rekor Muri karena tulisannya berada dimana-mana. Bisa dipastikan setiap toko buku pasti ada buku-bukunya yang terpajang. Baginya menulis adalah sebuah tugas yang mulia. Menyampaikan pesan kepada para pembacanya tentang kehidupan yang lebih baik, tentang kehidupan yang indah diantara masalah-masalah yang dihadapi.

Tidak jauh berbeda dari Ali Muakhir, penulis “Ketika Mas Gagah Pergi” juga adalah seorang penulis handal. Ia fokus menulis semenjak kuliah di  UI. Dialah yang telah membanngun sebuah komunitas penulis besar yang bernama FLP (Forum Lingkar Pena), Helvy Tiana Rosa atau HTR. Tulisan-tulisannya tentang fiksi islami telah merubah sebuah paradigm bahwa fiksi islami adalah sebuah hal yang kolot pada waktu itu.

Mari kita belajar kepada penulis-penulis besar dari luar Indonesia. Bagi penggemar novel konspirasi Dan Brown pasti sudah tidak asing di telinga para pembacanya. Dan Brown dengan novel yang kontroversialnya Davinci Code, Angel And Demon dan novel-novel yang lainnya yang membuat semua orang terbelalak takjub karena mengungkapkan gerakan-gerakan rahasia internasional.

Semua tulisan-tulisan berkualitas mereka adalah tidak lain karena mereka fokus kepada apa yang ia kerjakan. Mereka tahu bahwa sesuatu yang sudah dilakukan maka harus diselesaikan dengan baik, sehingga hasil yang didapatnya pun baik.

Sering kali apa yang sudah kita lakukan ketika bertemu dengan kesulitan, berhenti begitu saja karena merasa kesulitan itu sangat sukar untuk diselesaikan. Kesulitan tersebut menjadi sangat lelah dan sangat membosankan. Padahal kesulitan tersebut sejatinya adalah sebuah pelajaran yang sanga tberharga. Alla swt sengaja menurunkan kesulitan kepada kita agar kita belajar tentang kesabaran. Karena sejatinya kesabaran inilah yang akan menguatkan kita dalam menyelesaikan masalah yang lebih besar. Lihat saja, jika kita kembali melirik sedikit kepada kehidupan kita yang telah lalu, betapa banyak masalah-masalah yang sudah kita selesaikan. Bahkan samapi hari ini kadang kita berpikir rasanya masalah-masalah yang kita hadapai tersebut adalah sesuatu yang sulit dan tidak mungkin untuk diselesikan. Namun, kenyataan yang dihadapi ternyata sampai sejauh ini masalah-masalah yang kita hadapi bisa kita selesaikan walaupun kadang dengan nuansa yang sangat berat dan sukar.

“Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan” begitulah apa yang kita pelajari dalam agama kita. Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Karena sejatiny Rahmat Allah senantiasa bersama orang-orang yang selalu berusaha.

“Apa yang sudah kita mulai, maka selesaikanlah” begitulah kata Ippho Santosa.

Iklan

2 thoughts on “Yang Sudah Dimulai, Maka Selesaikanlah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s