Aneh, Kenapa Nilai Jelek Diulang-ulang Terus?

Seettt….ada yang inginilai jeblokn saya tanyakan kepada para pelajar dan mahasiswa nih:

1. Pernah tidak mendapatkan nilai jelek? (nilainya 5-6/ C-D)

2. dan pernah tidak mendapatkan nilai yang bagus? A/8-9)

saya yakin dari setiap pembaca ada yang mendapatkan nilai yang bagus dan ada pula yang mendapatkan nilai yang jelek. Nah, ketika nilai jelek biasanya di sekolah kita sering disuruh mengulang-ngulang ujiannya dan bahkan kalau di kampus jika nilainnya ingin berubah lebih bagus harus mengulang selama satu semester. Capek bukan?

Sebenarnya saya ingin mengajak bertanya kepada diri kita masing-masing “kenapa nilai kita jeblok dan kenapa ada nilai yang bagus juga?” pertanyaan sederhana tapi akan berdampak kepada kehidupan kita yang akan datang.

Jika nilai yang kita peroleh itu adalah jelek, kemungkinan besar kita tidak ada minat di dalamnya bukan? begitupun sebaliknya jika nilai bagus tentu saja karena ada minat kita di dalamnya. Dan minat inilah yang akan mengantarkan kita kepada kesuksesan dan menjadi sumber keuangan kita. Nah, jika sudah tahu begitu kenapa kita harus capek-capek mengulang-ngulang apa yang tidak menjadi minat kita?

Nilai A di kampus sebenarnya sedang mengidentifkasikan bahwa kita berminat disitu. yang anehnya adalah ketika kita mendapatkan nilai A malah tidak mengulang-ulang pelajaran tersebut. Padahal kita sudah tahu bahwa mata pelajaran itulah yang akan mengantarkan kita kepada kehidupan yang lebih baik. Jika kita sudah mendapatkan nilai A dan kita terus mengulangnya bukankah kita akan semakin pintar dan semakin ahli? Nah pertanyaannya adalah kenapa kita tidak mengulang-ulangnya pelajaran teresbut dan mengaplikasikannya di dalam kehiduapn kita?

Sebagai contoh misalnya ada seseorang yang sudah beberapa kali berbisnis kuliner tapi tidak berhasil-berhasil. Lalu dia beralih ke bisnis jasa. Hanya dalam waktu singkat dia berhasil di bisnis Jasa. Nah, kalau sudah tau seperti itu maka tidak usah mengulang sesuatu yang tidak bisa kita lakukan seperti bisnis kuliner tadi. Lalu gimana dong kalau mau berkembang di bisnis kuliner? Mudah, cari saja orang yang jago masak llu bermitralah dengannya. Simpel tapi tidak perlu test and error.

Pengalaman kuliah dulu. Saya tinggalkan saja mata kuliah yang tidak mendukung minat saya. Lalu saya fokuskan bisnis dan menulis sebagai minat saya. Hasilnya? alhamdulillah sampai sekarang saya masih bisa menghidupi keluarga saya…:D

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s