Karena Mendoakan Orang Lain Itu Rahasia Sukses Kita, Ciyusss!!

Mendoakan orang lainPada suatu hari disebuah Training 7 Keajaiban Rezeki yang mana Ippho Santosa sebagai trainernya memberikan sebuah arahan kepada setiap peserta yang menurut saya sangat menginspirasi, sangat bagus. Pada waktu itu peserta disuruh saling bersalaman lalu memejamkan mata dan saling mendoakan satu sama lainnya. Hening, semuanya diam, semuanya konsentrasi dan penuh perhatian. Lalu Ippho membacakan doa tersebut dengan penuh khusu’ dan diulang oleh peserta pertama di posisi sebelah kiri. Setelah selesai, lalu dilanjutkan oleh peserta sebelah kanan.  Kurang lebih begini doanya:

  1. Wahai saudaraku, demi Allah aku ridho dan mendoakan agar hidupmu berkah dan berlimpah.
  2. Aku juga sungguh mendoakan agar engkau menjadi kebanggaan keluarga bangsa dan agama.
  3. Saudaraku insyallah kita bisa karena kita yakin kepada Allah.
  4. Allah dan Rasul bersama kita.

Doa tersebut diucapkan bergantian dengan orang yang kita salami. Tahukah apa yang terasa ketika kita didoakan oleh orang yang sedang bersalaman dengan kita? dan tahukah rasanya ketika kita mendoakan orang yang sedang kita salami Sungguh sangat menakjubkan. ada rasa merinding. Tiba-tiba mata berkaca lalu tak terbendung di kelopak mata dan tumpah.

Tidak perlu harus melihat hal-hal yang menyedihkan, tidak pula hal-hal yang mengerikan. Dengan hanya berdoa kepada ALlah tentang orang-orang yang kita cintai, tentang orang yang tengah menjadi pesaing kita, maka munculah rasa tenang dan tentram.

Menurut penelitian ternyata ketika seseorang mendoakan orang lainnya dengan ikhlas, dengan penuh ketenangan, maka hormon endorfin yaitu hormon penenang alami, hormon kebahagiaan meningkat. Akibatnya kita akan merasa lebih tenang. Tidak ada rasa iri dengki. Hasil yang lain, kita akan lebih fokus dalam bekerja.

Sejujurnya, inilah yang diajarkan oleh Rasulullah saw, saling mendoakan. Namun, ditengah persaingan kerja, ditengah persainga bisnis, yang ada adalah saling sikut, saling menjatuhkan dan saling menghancurkan. Padahal jika saling mendoakan, alangkah indahnya dunia ini.

Saya teringat sebuah cerita tentang seorang petani padi. Ia adalah orang yang sangat sukses dalam bertani. Tidak seperti orang lain yang jika ia punya trik meningkatkan omsetnya ia akan menutupi dan merahasiakannya. Tapi bapak petani ini tidak sama sekali. Rahasia kesuksesannya ia berikan keada banyak orang. Dia tidak ragu memberikan rahasia tersebut.

Karena rahasia itu diobral gratis begitu saja, sang anak pun bertanya kepada bapak petani tersebut. “pak, kenapa rahasia bapak dikasih tau kebanyak orang?” sang bapak pun berkata dengan senyum bijaksananya, “Biarlah, karena semakin banyak orang yang tahu rahasia sukses bapak, maka bapak akan semakin sukses pula.”

Sang anak heran lalu berkata “Kok bisa gitu pa?” si bapak pun dengan senyum yang masih bijaksana menjawab “Kamu lihat nak, jika sawah bapak ini bapak sendiri yang bagus sawahnya, sementara yang lain jelek, maka sangat besar kemungkinan sawah bapak akan lebih banyak dimakan hama tikus karena kualitas padi bapak yang lebih bagus dari yang lain. Oleh karena itu, bapak sengaja membagikan trik bertani padi bapak agar semua sawah bagus. Dengan banyaknya sawah yang bagus hasilnya maka bapak pun tidak terlalu khawatir akan diserang hama tikus.”

Subhanallah….Mari saling mendoakan. Tidak rugi kok. Sudah tidak jaman lagi bersaing kotor. Bersainglah dengan baik. Fastabiqul qhairat kalau bahasanya Rasululah, berlomba-lomba dalam kebaikan. Rahasia inilah yang menjadikan jaman Khalifah Umar bina Abdul Aziz menjadi sejarah kemakmuran sebuah negeri sepanjang masa.

Iklan

4 thoughts on “Karena Mendoakan Orang Lain Itu Rahasia Sukses Kita, Ciyusss!!

  1. Mendoakan orang lain ibaratnya memancarkan cahaya ke orang lain sehingga jalannya di depan orang lain semakin terang. Saling mendoakan ibarat saling memancarakan cahaya sehingga semua jalan kehidupan yang akan kita lalui semakin terang benderang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s