Karena Kepercayaan Itu Mahal

bangkrutDalam dunia bisnis, mau tidak mau akan bersinggungan dengan banyak orang. Mitra, investor, pebisnis lainnya. Hal ini tentu saja sangat lumrah. karena antara yang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan. Kalau kita urutkan mungkin seperti ini:

1. Mau bisnis, tapi tidak punya uang

2. Ada uang tapi belum tau mau bisnis apa

3. Mau bisnis ada uang, tetapi khawatir gagal.

Nah, sebenarnya jika digabungkan maka masalah menjadi selesai. Selesai, artinya setiap kebutuhan atau yang lainnya sudah dapat ditutupi. yang mau bisnis tapi tidak punya uang bisa tertutupi oleh yang punya uang tapi masih bingung mau bisnis apa. Cuma yang menjadi pertanyaan adalah apakah setiap orang bisa akan bisa memegang komitmennya masing-masing?

Sering kali kita jumpai (termasuk saya sebagai penggiat bisnis) ketika deal-deal dalam perjanjian ternyata tidak sesuai perjalanan yang sesungguhnya. Ada aral rintang yang memang pasti dijumpai oleh si penggiat bisnis. Aral rintang inilah yang sering kali menjadi masalah yang berkepanjangan. Ketika menemukan masalah ini maka sikap yang harus dilakukan oleh kedua belah pihak adalah:

Pihak penggiat bisnis

1. Pebisnis harus serius menjalankan bisnisnya. Sebisa mungkin Komunikasi dengan investor kalau ada masalah dalam bisnisnya.

2. Lakukan perbaikan dari segi yang paling vatal terlebih dahulu. ingat prinsip : Penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting mendesak, dan tidak penting tidak mendesak.

3. Kalau memang bisnis sudah tidak bisa diselamatkan maka carilah “landing” dengan menyelamatkan sebisa mungkin yang bisa diambil/dimanfaatkan. Lalu lakukan pengembalian uang ke investor dengan sistem yang sudah dibicarakan diawal. Misalnya menghitung biaya penyusutan dan sebagainya.

4. Bicarakan baik-baik dengan si investor. Jangan sampai malah kabur dan merugikan investor. Kalau rugi masalah uang mungkin sekali. Tapi akibatnya untuk kehidupan yang akan datang akan runyam. Inilah pentingnya membangun komunikas. Ingat kepercayaan itu mahal.

Pihak investor

1. Fahami bahwa bisnis itu tidak mudah sehingga setiap keputusan yang diambil mengandung resiko. Jika sudah siap dengan resiko maka silahkan berinvestasi.

2. Bantu si pebisnis untuk keluar dari masalah yang dihadapi. Karena sejatinya ikatan investor dan pebisnis itu bukan hanya sekedar perjanjian diatas materai saja. Tetapi juga antar manusia.

3. Boleh lah memberikan kritikan kepada penggiat bisnis tersebut. namun, jangan sampai hanya memberikan kritikan tanpa memberikan solusi.

4. Dengarkan apa yang menjadi masalah si pebisnis. apakah masalah tersbeut masuk akal atau tidak. Jika masuk akal maka bantulah ia. Jika tidak, maka ingatkan dia dengan bijaksana.

Antara investor dengan pebisnis adalah hal yang sensitif. Jika berhasil, maka bisnis itu akan semakin lancar. hubungan antara penggiat bisnis dan investor juga bagus. Namun, jika gagal dalam bisnis maka fahamilah bahwa itu adalah resiko yang harus ditanggung bersama-sama, bukan hanya penggiat bisnis saja.

Terakhir, saya sebagai penggiat bisnis merasakan hal tersebut. Kadang apa yang kita lakukan sebagai penggiat bisnis tidak difahami oleh investor. Disinilah letak komunikasi yang harus berjalan. Lalu apakah ketika seorang penggiat bisnis atau investor gagal akan berhenti? Jangan pernah berhenti. Karena sesungguhnya dua elemen inilah (Bisnis dan investasi) yang akan memberikan kekuatan finansial yang lumayan buat kita. Nikmati saja. yang perlu kita lakukan adalah perbaiki diri dan evaluasi mana saja yang menjadi kekurangan kita. Lalu perbaiki.

Mungkin sebagai pebisnis kita kehilangan kepercayaan dari orang yang sudah berinvestasi ke kita. Oleh karena itu memperbaiki diri adalah menjadi sebuah kewajiban bagi penggiat bisnis agar tidak terulang di bisnis-bisnis selanjutnya. Begitupun dengan investor. Karena investasi yang gagal bukan berarti kita berhenti. pelajarilah kenapa gagal, lalu pilihlah investasi yang lainnya (tentu lebih berhati-hati agar tidak masuk ke lubang yang sama.

Semoga bermanfaat dan membuka wawasan kita sedikit demi sedikit tentang bisnis dan investasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s