Tentang Hati

hatiBerbicara tentang hati berarti berbicara tentang kehidupan kita kawan. kalau ingat hadits nabi yang satu ini:

“Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu (hati)!” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nah, sebenernya kalo ngeliat dari Quote nya Rasulullah saw diatas, kunci kehidupan manusia ya disini ini. Hati, Qolbu. Semakin hati kita sehat ya semakin hidup kita berkah sentosa juga. Kenapa? karena hati inilah yang ngga pernah bisa dibohongi. Karena hati ini pulalah yang pertama kali Allah poles untuk disentuh hidayahnya.

Ngomongin tentang hati dan merujuk ke Quote alias haditsnya Rasulullah saw, ternyata hati dibagi tiga. sebelum dijelasin nih apa saja tiga hati ini, coba deh bayangkan tentang kehidupan kita. Nanti kita akan bisa menjawab yang manakah hati kita. Oke, lanjut:

1. Hati yang sehat

Segala sesuatu yang sehat tentu saja sesuatu itu adalah sebuah kebaikan. iya ngga sob? Nah, begitupun dengan hati. Hati yang sehat adalah hati yang selalu terbawa oleh kebaikan. Ianya akan selalu menghalangi dari hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan sosial maupun agama.

Ibaratnya kalau hati diidentikan dengan mutiara, ketika mutiara dilemparkan ke dalam tong sampah, ia akan tetap menjadi mutiara yang berharga mahal dan tidak terbaur dengan sampah-sampahnya. Keren banget yang punya hati kayak gini. Hidupnya akan selalu tenang dan akan selalu bersyukur dalam semua keadaan. Sedikit meleset saja kesebuah ruang busuk, maka hati yang sehat ini akan berontak.

Hati yang sehat menyadarkan si pemilik bahwa kehidupannya akan selalu merasa bahwa semuanya berasal dari Allah. Kehidupannya senantiasa dilandasi oleh kecintaan kepada Allah. Kesalahan yang ia lakukan akan menyebabkannya menjadi seorang yang lebih dekat kepada Allah sambil terus menerus memperbaiki diri.

Kalau teman-teman semuanya merasakan ketenangan dan ketentraman dalam setiap tindakan karena berasa ada Allah yang selalu mengawasi inilah salah satu ciri-ciri hati yang sehat  (Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Hati yang sehat seperti ini pulalah yang akan menjadikan si empunya lempeng-lempeng saja masuk surga. Ini didasari dari firman Allah yang berbunyi:

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tiada lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Asy-Syu”ara: 88-89).

Nah bersyukurlah bagi teman-teman yang sudah merasakan betapa nikmatnya mempunyai hati yang sehat. Jagalah agar ia tetap bening, tetap bersinar. Karena hati yang sehat akan tampak pula ruhnya pada si empunya. Ketika melihat orang yang mempunyai hati yang sehat, ada pancaran cahaya yang Allah berikan melalui wajahnya.

2. hati yang sakit

Orang yang mempunyai hati yang sakit kecenderungannya adalah selalu lebih mementingkan hal yang memuaskan syahwatnya (nafsunya). Ia faham bahwa apa yang ia lakukan adalah salah, namun ia tetap melakukannya. Namun terkadang juga ia salatnya khusu. Antara kebaikan dan keburukan seimbang.

Nah hati-hati nih dengan kondisi hati yang sakit ini. Hati yang sakit biasanya ia mulai tidak merasakan kepedihan ketika saudaranya teraniaya oleh kedzaliman. Ia mulai hilang rasa ke”risi”annya akan sebuah kemaksiatan. Ia juga mulai biasa saja ketika melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah. Nah, kalau hal ini terjadi terus maka akan terjadilah akumulasi hati yang sakit menjadi hati yang mati. So, waspadalah jika kita merasakan hal seperti ini. Allah swt berfirman:

 

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya” (QS. Al A’raaf: 201).

Nah, mari belajar dari surat Al-A’raaf diatas. Ketika mulai terasa ada kejanggalan dalam hati kita, maka ingatlah sesungguhnya hati kita sedang diserang oleh syetan. Jika sudah seperti itu maka kembali kepada Allah adalah sesuatu yang sangat indah.

3. Hati yang mati

Yang terakhir adalah hati yang mati. Hati yang mati ini ibarat batu. Ia keras, susah untuk dihancurkan. Memecahkannya butuh godam yang besar supaya bisa jadi serpihan-serpihan lembut. Ketika kebaikan datang tidak seperti hati yang sehat yang akan langsung menerima kebiakan, atau seperti hati yang sakit yang selalu menerima kebaikan tersebut walaupun kadang menimbang-nimbangnya, hati yang mati akan langsung menolak kebaikan tersebut.

Ada yang bilang orang yang hati nya mati hanya menuh-menuhin dunia saja. Kenapa? Biasanya hati yang mati inilah yang bikin onar di keidupan manusia.  Ia alergi dengan kebaikan yang seharusnya menjadi nilai-nilai standar seorang manusia hidup di bumi ini.

Hati yang mati kayak kita berjalan dalam gelap malam. dalam gua yang tidak ada cahaya sama sekali. Akan sulit untuk dipecahkan. Kenapa bisa seperti ini keadaan hati yang mati? Jika hati yang sakit ia masih melakukan salat, maka hati yang mati sudah tidak perduli lagi dengan kewajibannya sebagai seorang muslim. Jika hati yang sakit masih melakukan sedekah-sedekah walaupun sedikit, maka hati yang mati sudah tidak perduli lagi dengan lingkungan sekitarnya. Jika hati yang sakit masih bisa berzikir mengingat Allah, maka hati yang mati sudah tidak perduli lagi dengan Allah yang menciptakannya.

Allah berfirman:

“Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.”  (QS. Al-Qiyaamah :75)

Pertanyaannya adalah berada dimanakah hati kita sekarang? Jika pertanyaan tersebut sudah bisa dijawab, maka kita sudah tahu langkah apa selanjutnya yang harus segera kita lakukan.

Ayat Allah yang berbunyi: “[yaitu] orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS.13 Ar-Ra’d  :28) seharusnya sudah cukup untuk menjadikan kita berbenah menjadikan hati kita sebening embun di pagi hari. Beningnya sanggup menghilangkan kepenatan para penyair.

Selamat memperbaiki hati..:)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s