Bacaan Jadul yang Bikin Kangen

“Pak, belikan saya buku ini pa?” sambil menunjuk sebuah buku komik bersampul merah yang di depannya jelas terpampang gambar seorang tokoh yang diidolakan oleh bapak juga. Di Cover merah itu tertulis sebuah nama pendekar silat Kapak Naga Geni 212 WIRO SABLENG.

Jauhhh sebelum komik-komik anime dari Jepang datang sebenarnya Indonesia mempunyai komik-komik dan cerita-cerita yang tak kalah menarik dan mempunyai karakter khas Indonesia. Lawakan khas Sule tentang Tatang S atau Tatang Sutarma bisa jadi mengadopsi dari nama seorang penulis terkenal Tatang Suhenra. Dia adalah komikus yang menceritakan tentang kisah Petruk, Gareng dan Bagong. Biasanya dulu waktu ke madrasah mau ngaji penjual mainan juga menjual buku-buku kisahnya Tatang Suhenra. Kebanyakan dari ceritanya berkisah tetang Klenik. Seperti Perempuan Harimau, Wewegombel dll.

komik petruk

Saya yakin kalian yang usianya di atas dua puluh lima tahun tentu akan tahu bagaimana komik-komik Indonesia pernah begitu booming sewaktu kita masih kecil. Kemarin-kemarin waktu hari buku Internasional saya kembali mengingat-ingat tentang komik-komik yang pernah saya baca dan pernah saya lihat. Hasilnya nampaklah beberapa buku komik berikut, selain komik karya Tatang Suhenra diatas:

1. Si Buta dari Goa Hantu

si buta

Siapa yang tidak kenal dengan kisah Si Buta dari Goa Hantu? Si Buta dari Goa Hantu menceritakan seorang anak manusia yang yang bernama Barda Mandrawata. Setting ceritanya adalah pada masa jaman kolonial Belanda. Barda Mandrawata mempunyai seorang tunangan yang dibunuh oleh penjahat misterius. Seluruh keluarganya dibunuh. Barda yang ingin balas dendam justru malah kehilangan kedua matanya. Akhirnya ia melarikan diri kesebuah Goa yang ternyata di Goa tersebut ia menemukan ilmu silat yang langka.

Setelah akhrinya dirasa cukup mempunyai ilmu silat yang hebat, ia kembali keluar Goa dan ingin membalaskan dendam sang kekasih. Namun, ternyata setelah ia keluar dari Goa Barda mendapati bahwa calon istrinya masih hidup dan telah menikah dengan orang lain. Barda pun sedih. Akhirnya ia memutuskan untuk berkelana ke seluruh penjuru Indonesia untuk membasmi kejahatan dan menolong orang-orang yang lemah. Ia ditemani oleh se ekor kera kecil yang bernama Wanara. Yang belum baca, coba deh cari-cari komik lawasnya. Tanya ke bapak kalian juga tuh yang pasti mengalami masa-masa buku dan komik ini terbit. Saking terkenalnya nih komik dibuat pula film serinya.

Pertama kali komik ini terbit pada tahun 1967. Pengarangnya Ganes TH jago banget dalam mengolah gambar serta ceritanya.

2. Wiro Sableng

wiro-sableng

Nah, pendekar yang satu ini juga adalah pendekar yang sangat terkenal di dunia persilatan. Julukannya adalah “Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212.” Bapak saya paling suka dengan novel serinya. Se lemari kecil penuh bapak koleksi novel serinya ini. Jadi ingat waktu jaman SD saya bawa novel-novel ini ke sekolah.

Wiro Sableng adalah karakter yang diciptakan oleh seorang novelis terkenal, Bastian Tito.  Novelis ini seperti tak pernah hilang ide untuk menulis novel serialnya. Ceritanya ada saja dan selalu seru untuk dinikmati. Saking terkenalnya kisah Wiro Sableng yang mempunyai guru Sinto gendeng ini, novel ini dijadikan versi komik dan Sinetron. Saya masih ingat setiap hari minggu pukul 10.00-11.00 pasti saya akan nangkring di depan tv untuk melihat film Wiro Sableng yang berdurasi satu jam ini. Setiap cerita novel berserinya selalu terjual rata-rata 800.000 eksemplar. Keren kan..? Betapa Wiro Sableng adalah tokoh fiksi terkenal dan menjadi bahan bacaan yang sangat keren.

Tulisan-tulisan Bastian Tito sangat hidup karena penulisnya survei langsung ke tempat yang akan dia jadikan sebagai setting tempat untuk ceritanya. Hal penting lainnya adalah ia selalu merekam setiap kejadian atau perbincangan dengan warga setempat. Hal ini lah yang menyebabkan kuatnya setting cerita dan budaya setempat. Tidak seperti penulis sekarang yang mengandalkan internet saja. heehe

Judul-judul yang terkenal dan terjual sampai sekitar 850.000 eksemplar adalah:

1. Makam Tanpa Nisan

2. Guci Setan

3. Badai Di Parang Tritis,

4. Topeng Buat Wiro Sableng,

5. Wasiat Iblis,

6. Geger Di Pangandaran,

7. Kiamat Di Pangandaran,

8. Gerhana Di Gajah Mungkur,

9. Kembali Ke Tanah Jawa,

10. Senandung Kematian,

11. Empat Brewok dari Goa Sanggreng

Dua tokoh inilah yang paling berkesan dalam bacaan saya waktu jaman saya masih kecil. Rasanya ingin kembali membongkar perpustakaan Bapak lalu membaca ulang kisah-kisah komik dan novel bersambungnya. Kalian? apa yang pernah kalian baca waktu kecil?:D yuk baca lagi agar suatu saat nanti kita bisa bercerita (sykur-syukur mewariskan buku-bukunya) ke anak cucu kita….:)

Jangan melulu senang dengan budaya orang lain. Indonesia mempunyai budaya yang lebih unik, lebih keren dan lebih beragam. Buat para penulis, saya yakin cukup dari Indonesia ini sebenarnya banyak inspirasi yang bisa kita ambil. Jadi jangan pernah berhenti untuk meng-explore karya-karya yang pernah menghiasi dunia perbukuan di Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s