Bunuh Diri Indonesia

tolak bbm naikSebagai rakyat biasa saya tentu saja merasa prihatin dengan kisruh pemerintah kita ini. Di koalisi kisruh tentang PKS yang tidak mau menerima keputusan pemerintah yang menaikan BBM. dikatakan bermuka dua dan lain-lainnya. Saya heran dengan tudingan-tudingan tersebut. Keherenan saya adalah:

1. Ketika menteri-menteri PKS dan Fraksi besebrangan

Saya masih ingat dengan Pa Tif yang memutuskan untuk mendukung presiden menaikan BBM. Sebagaimana yang udah dibahas sebelum-sebemulmnya oleh kawan-kawan lain yang mengatakan bahwa Presiden lah yang harus mengeluarkan menteri-menteri PKS karena PKS telah besebrangan dengan pemerintah. Bisa sajaPKS menarik menterinya, tapi PKS akan disangka sedang menggembosi kepemimpinan SBY. Walaupun sebenarnya kecondongan PKS sudah jelas ingin keluar dari Koalisi mengingat statemen-satemen yang dikatakan oleh para petinggi PKS.

Lalu kenapa SBY tidak mau mengeluarkan PKS, seperti enggan mengeluarkan PKS dari koalisi? Ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama diamnya SBY adalah politik SBY untuk mengambangkan PKS agar terkesan bermuka dua dan lain sebagainya. Kemungkinan ke dua adalah SBY masih butuh PKS agar supaya tidak terlalu ditekan oleh Golkar yang mempunyai pengalaman dalam perpolitikan Indonesia yang notabene GOlkar ini seperti belut, licin…

Jadi jika ada yang mengatakan bahwa PKS bermuka dua, munafik, atau lain sebagainya, menurut saya adalah kurang tepat, karena menteri dari PKS sedang menjalankan fungsinya sebagai pembantu presiden. Kan bisa mengundurkan diri? bisa saja, tapi nanti akan dicap sebagai penggembosan pemerintah. Disinilah hati-hatinya PKS. Lalu kenapa fraksi menolak keras? Fraksi juga sedang menjalankan fungsinya sebagai kepanjangan tangan dari yang disebut Rakyat. Setelah analisis panjang dan data yang ada bbm masih bisa bertahan diangka Rp 4.500, maka ketuk palu pun sudah dilaksanakan “TOLAK KENAIKAN BBM!!”

2. Ketika BBM naik

Logika sederhana dari kenaikan BBM adalah ketika BBM naik maka si Miskin akan semakin tak terjangkau membeli BBM, sementara si Kaya masih bisa membeli BBM. Sederhana sekali. Jika dengan harga Rp 4.500 si Miskin sudah empot-empotan beli BBM apalagi jika dinaikan? si Kaya? harga Rp 10.000 saja masih bisa kebeli lah… Kenapa? karena pendapatan mereka jauh melebihi pendapatan si Miskin. Jadi sudah barang tentu yang akan merasakan dampak langsung dari kenaikan BBM adalah si Miskin.

3. Ketika BLSM Diadakan oleh Pemerintah

Saya masih bingung dengan kepanjangan dari BLSM, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (koreksi kalau salah) saya masih bingung dengan kata-kata SEMENTARA MASYARAKAT maksudnya apa ya? ada yang bisa menjelaskan? kalau ada tolong kasih tahu saya maksudnya seperti apa ya.  yang ingin saya katakan adalah BLSM ini seperti membantu rakyat, bahasanya Ruhut Sitompul di ILC yang intinya adalah kasih sayang pemerintah ke masyarakat. Pertanyaannya adalah betulkah BLSM ini membuat rakyat merasa terbantu? untuk sementara mungkin bisa membantu. Tapi saya yakin tidak akan lama. Selain tidak akan prduktif dana tersbut hanya kana memperburuk keadaan saja. Apakah tidak ada jalan lain selain hanya memberikan BLSM? sepertinya pemerintah sudah kehilangan akal bagaimana cara menyalurkan uang tersbut.

Jika pun keukeuh ingin dibreikan dalam bentuk bantuan saya pikir masih ada jalan bagaimana caranya agar bantuan tersbeut datang ke rakyat tanpa berbentuk uang langsung. Misalnya saja ide dari pa Nasrullah salah satu ahli keuangan kita berkicau dalam Twitternya. Beliau mengatakan jikapun uang itu dikasihkan ke masyarakat, maka bentuknya bukanlah uang plek. Tapi bagaimana jika dibuat menjadi semacam kupon lalu masyarakat bisa membeli sesuatu dengan menggunakan kupon tersebut. Lalu yang didapatkan masyarakat pun hanya berupa kebutuhan pokok saja. Hal ini akan mempersempit penggunaan yang tidak primer. Hal seperti ini sudah dilakukan oleh negara-negara maju.

Terlebih uang yang diberikan ke rakyat oleh pemerintah berupa BLSM ini adalah uang hasil dari menghutang. Menutupi hutang dengan hutang yang lebih besar. Rasanya ngeri sekali. Apalagi uang tersebut dibagikan ke masyarakat. Hutang ditanggung kan ke masyarakat langsung. Pantaslah pa Nursy ngambek-ngambek ketika tahu bahwa uang yang diberikan dalam bentuk BLSM ini hasil dari menghutang.

Dari apa yang dilakukan oleh pemerintah ini, saya jadi bertanya apa yang sedang dipikirkan oleh bapak presiden dan pemerintah? Jika sedang memikirkan negara ini apakah memang sudah tidak ada jalan lain selain menaikkan BBM dan memberikan BLSM langsung? sedih saja. Negara ini seperti sedang membunuh dirinya sendiri.

Jika seperti ini terus sedikit demi sedikit negara ini akan menjadi negara bangkrut. Dalam hati kecil saya saya ingin mengatakan “Ayolah, buka hati anda. Jangan jadikan rakyat ini korban lagi.” Sudah cukup rakyat menanggung derita dari apa yang sudah bapak-bapak lakukan. Iklan sosialisasi kenaikan BBM adalah pembodohan besar yang telah manghabiskan dana milyaran rupiah. Kami di bawah hanya bisa menuliskan sembari mengelus dada masihkah ada nurani pada hati anda?

Rakyat hari ini sedang galau komunal. Akan ditambah kegalauan ini manakala BBM beranjak naik. Para pakar yang ada di pemerintahan tentu saja mempunya kreatifitas yang tinggi, maka gunakanlha kreatifitas itu untuk membangun negeri ini, bukan untuk menghancurkannya.

Jangan mengajak rakyat untuk Bunuh Diri..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s