Belajar Dari Cerita Doraemon dan Nobita

gambar-doraemon-baling-baling Tadi baru saja saya menonton film kartun Doraemon. Doraemon adalah kartun kesukaan saya sejak kecil. Saking sukanya dengan film kartu ini, hampir setiap kesempatan sayha menonton Doraemon. Kadang bersama anak dan istri. Lucunya Nobita masih saja sampai sekarang kelas 5 SD. Niatnya untuk menikahi Sizuka tidak juga terjadi karena sampai sekarang ia tidak berkembang badannya dan tidak pernah naik kelas. Sementara saya, sejak saya nonton dan menyukai Nbita sejak kelas 5 SD sampai sekarang saya telah mendahului Nobita jauh, menikah dan mempunyai anak. Hehehe…

Tapi bukan hal tersebut yang ingin saya bicarakan, melainkan tentang cerita Doraemon dan Nobita pagi ini (16/06/13). Ketika saya sedang nulis naskah di laptop tercinta, saya teringat dengan film kartun Doraemon. sudah jam 08.00. artinya waktunya untuk menonton kartun Doraemon. Pukul 08.00 pada hari Minggu adalah waktu yang selalu saya nantikan setidaknya dari mulai saya SD sampai saya beranjak SMA(Uniknya kartun Doraemon selalu berada pada pukul jam 08.00 dari dulu dan selesai pukul 08.30. sementara kartun yang lain sudah silih berganti jam tayang dan berganti pula film kartun dengan film kartun lainnya).

Seperti biasa, setiap penayangan ada dua cerita yang berbeda. Pagi ini Cerita Doraemon yang pertama adalah tentang berat badan. Dikisahkan ibu Nobita yang bernama Nobi Tamako merasa badannya sudah terlalu over weight.  Seperti biasa yang namanya wanita berat badan bertambah sedikit saja akan mengakibatkan prustasi karena badan yang kurang ideal dan sebagainya.

Diet yang dilakukan oleh ibu Nobita ini ternyata tidak terlalu berhasil. Nobita, Doraemon dan Dorami (adik Nobita) melihat hal tersebut mereka merasa sangat kasihan. Ditengah gejolak mengasihani ibunya, Dorami sang adik Doraemon mempunyai akal. Dia mempunyai alat yang bisa menurunkan berat badan dan terasa ringan tanpa harus melakukan diet. Namun, karena ibu Nobita akan merasa curiga jika berat badannya turun tanpa melakukan apa-apa Doraemon mempunyai ide si ibu diberi coklat penurun berat badan yang padahal coklat tersebut adalah coklat biasa. Padahal yang namanya coklat bukan nurunin berat badankan, tapi akan menambah berat badan.

Akhirnya rencanapun sudah matang dan siap menemui ibu untuk memakan satu butir coklat. Satu butir coklat sama dengan penurunan satu kilo gram berat badan. Setelah coklat iberikan Nobita, Doraemon dan Dorami pamit untuk bermain (padahal akan terus memantau agar ketika si Ibu memakan coklat alat peringan badan langsung digunakan untuk menurunkan berat badan).

Pada awalnya si ibu merasa ragu memakan coklat sambil bergumam “masa coklat bisa menurunkan berat badan.” Namun karena penasaran akhirnya ia memutuskan untuk mencoba memakan satu butir coklat. Setelah memakan satu butir coklat ia menunju ke timbangan badan. Sementara itu Dorami memutar satu angka untuk menurunkan satu kilo gram berat badan si ibu.

Ibu Nobita merasa sangat kaget ketika badannya turun satu kilo gram setelah ia memakan satu butir coklat. Kini ibu Nobita merasa lebih percaya diri untuk keluar rumah. Tak berpikir lama ibu Nobita pun memutuskan untuk berbelanja ke pasar. Karena merasa berat badannya sudah turun, percaya diripun tumbuh dengan sangat menyenangkan. Ditengah perjalanan ke pasar ibu Nobita bertemu dengan ibu Suneo. Ibu Suneo menanyakan kabar seraya berkata (sambil menyindir) “wah, ibu Nobita tampak lebih kurus, padahal saya kira lebih berat tujuh kilo gram.” Sontak kepercayaan diri ibu Nobita rontok. Kata-kata ibu Suneo menyebabkannya lari kembali ke rumah dan ingin memakan coklat ajaib (yang sebenarnya coklat biasa) demi menurunkan berat sampai tujuh kilo gram lagi.

Namun, setelah memakan tujuh butir coklat berat badannya tidak kunjung turun. Walhasil semakin merosotlah mental percaya dirinya ibu Nobita. Karena merasa dibohongi Nobita dan Doraemon, akhirnya ibu Nobita menyita semua komik-komik Nobita. Doraemon yang sempat melihat kejadian itu langsung pergi menuju rumah Sizuka dimana Sizuka ternyata sedang bermain dengan Nobita dengan menggunakan alat peringat yang dipinjamkan oleh Dorami. Doraemn menceritakan semua kejadian tentang penyitaan komik Nobita, dan Nobita pun terkejut.

Tanpa berpikir panjang akhirnya Nobita dan Doraemon meluncur kembali ke rumah dengan menggunakan baling-baling bambu. Ternyata belum terlambat. Komik-komik baru saja mau diangkat oleh tukang loak. Tidak berpikir panjang Nobita mengarahkan mesin peringan dan pemberat tersebut ke buku. Walhasil bukupun terasa berat dan tak sanggup diangkat oleh tukang loak. Ibu Nobita merasa heran. Akhirnya ia mencoba untuk mengangkat buku tersebut. Ketika Ia akan mengangkat buku, Nobita berusaha untuk meringakan kembali buku tersebut segera karena khawatir si ibu akan merasa aneh. Namun sialnya yang terbidik adalah ibunya sendiri,  dan karena kecerobohan Nobita yang seharusnya meringkankan beban dengan memutar kesebelah kiri, ia memutarnya keseblah kanan. Maka semakin bertambah beratlah sang ibu. Beratnya tidak kepalang tanggung, menyebabkan tanah yang dipijak ibu Nobita amblas dan menyebabkan ibu Nobita terperosok ke dalam tanah dan pingsan.

Ditengah pingsannya ibu Nobita, Dorami yang sedang pergi ke abad 21 kembali datang ke kamar Nobita. Dorami merasa kaget karena melihat ibu Nobita pingsan. Setelah diceritakan oleh Doraemon kejadian yang menimpa si ibu, akhirnya Dorami faham. Dorami pun kembali berpikir. Akhrinya setelah berpikir cukup lama ia menemukan ide bagaimana agar percaya diri Ibu Nobita kembali ada, yaitu dengan memberikan Ibu Nobita kaca mata yang akan menjadikan setiap orang yang dilihatnya tampak lebih gendut dari dirinya. Dipakaikanlah kaca mata tersebut kepada ibu Nobita sebelum ibu Nobita siuman.

Ketika siuman, ibu Nobita langsung melihat Dorami. Ia merasa aneh karena Dorami tampak lebih gendut dari biasanya. Ia pun merasa semangat karena ternyata ada yang lebih gendut darinya. Kepercayaan diri tumbuh dan ke pasar pun akhirnya lebih semangat.

Di tengah perjalanan, ternyata tanpa diduga ibu Nobita kembali bertemu dengan ibu Suneo. Ibu Nobita langsung kaget karena ibu Suneo ternyata lebiih terlihat gendut. Ibu Nobita tertawa kecil sambil berbisik kepada dirinya sendiri “wah, ibu Suneo sekarang labih gendut.” Mendengar apa yang dikatakan oleh Ibu Nobita, ibu Suneo pun terkaget-kaget dan merasa malu. Sadar apa yang dikatakannya terdengar oleh ibu Suneo, ibu Nobita buru-buru meralat ucapannya sambil kembali melanjutkan perjalanan menuju pasar. Hehehe..panjang ya ceritanya kalau dituliskan lagi.

Sebenarnya ceritanya simple dan terinspirasi dari kejadian sehari-hari. namun, dari cerita yang simple tersebut ternyata Nobita dan Doraemon sedang mengajarkan kepada kita tentang sebuah masalah yang sejatinya bisa jadi bukan sebuah masalah. Masalah yang sering kita hadapi jangan-jangan hanyalah sebuah asumsi yang ada dalam diri kita. Betapa banyak asumsi-asumsi yang ada dalam diri kita, pemerintahan kita, negara kita yang telah mengakibatkan negeri ini hancur. Lihat saja hari ini ramai dengan kenaikan BBM. Sudut pandang-sudut pandang yang dibeberkan pemerintah ternyata termentahkan oleh analisis berbagai ahli keuangan. Kadang kebusukan hati kita telah menutupi kejernihan berpikir sehingga menyebabkan bencana kepada sekitar kita. Innalillah..

Jadi, marilah kita rendahkan hati kita masing-masing. Berpikir jernih, berpikir logis, dan berpikir lebih kreatif. Karena kreatifitas inilah yang akan membantu kita menyelesaikan setiap masalah yang ada. Tentu sambil berharap kepada Allah agar dibantu menyelamatkan negeri ini dengan doa-doa yang kita panjatkan . Tak perlu berpikir besar tentang menyelamatkan negara jika memang kita bukan kafasitanya disana. Tetapi terus membenahi kehidupan kita menjadi lebih baik adalah salah satu cara menyelamatkan diri kita dan negeri yang kita cintai ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s