Langkah Juang Para Pejuang

Debu-debu itu mulai beterbangan. Kuda-kuda tunggangan menjadikan langit-langit semakin pekat. Hari itu adalah hari pertama umat Islam mengadakan peperangan. Perang yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW ini hanya diikuti sekitar 300-an orang saja. Namun, 300 orang ternyata bisa menaklukan1000 rang kafir Qurays. Kemenangan pertama yang akan menjadikan islam berkembang diseantero penjuru dunia.

Namun, ternyata kemenangan Perang Badar tersebut diawali dari langkah-langkah berat Rasulullah saw ketika beliau menyendiri di Gua Hira. Kemenangan-kemenangan selanjutnya pun ternyata berawal dari pemikiran-pemikiran beliau tentang Ketuhanan.

***

Denting-denting pedang yang beradu membuat hari-hari itu seperti ingin secepatnya berlalu. Aroma darah mengalir menambah kekelaman yang semakin kelabu. Namun, ternyata dari balik peperangan tersebut terbitlah secercah sinar hangat pada kehidupan Jerusalem ketika seorang panglima perang mememangkan peperangan dengan orang-orang Eropa. Adalah Salahuddin Al-Ayubi yang telah membebeskan Palestina menjadi negeri yang merdeka.

Namun, ternyata kemenangan tersebtu bukan didapatkan dengan mudah. Kemenangan tersebut diawali dari keterpurukan berkepanjangan muslim yang dihajar habis oleh tentara-tentara salib. Langkah-langkah gontai tertindas telah membangkitkan Salahudin Al-Ayubi untuk membebaskan mereka.

***

Taksim, Istanbul, Turki. Pagi itu bendera-bendera merah berkibar di Taksim. orang-orang sekuler yang ingin menumbangkan kepemimpinan Erdogan. Erdogan yang adalah seorang pemimpin Turki telah menjadikan Turki negara yang lebih beradab, setelah sebelumnya negara ini adalah negara yang dianggap mempunyai masalah yang pelik. Kemajuan negeri ini ternyata menyebabkan kalangan pengikut-pengikut Mustafa Kamal ngamuk.

***

Langkah-langkah kehidupan kita mirip dengan sejarah-sejarah panjang di atas. Sejarah tentang sebuah kepahlawanan yang mengubah arah kehidupan manusia. Sejarah yang diukir dengan tinta darah, cacian, hinaan, penghianatan. Semuanya tentu saja telah menjadikan hati remuk redam tak alang kepalang. Namun, cita-cita yang besar telah menjadikannya menyerah pada keadaan, tidak menjadikannya lemah lalu kembali kepembaringan.

Semakin dicaci dan dimaki, semakin di fitnah, maka bagi seorang pejuang akan menyebabkannya semakin tertantang untuk membuktikan bahwa apa yang dibawakannya adalah layak untuk diperjuangkan. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Salahudin Al-Ayubi:

  1. Saya meminta KEKUATAN dan Allah memberi saya KESULITAN untuk membuatkan saya KUAT.
  2.  Saya bertanya tentang KEBIJAKSANAAN dan Allah memberikan saya MASALAH untuk DISELESAIKAN.
  3.  Saya meminta untuk KEMAKMURAN dan Allah memberikan saya FAKULTI dan TENAGA untuk BEKERJA
  4.  Saya meminta KEBERANIAN dan Allah memberikan saya BAHAYA untuk DIATASI.
  5.  Saya meminta CINTA dan Allah memberikan saya orang-orang yang BERMASALAH untuk DIBANTU.
  6.  Saya meminta NIKMAT dan Allah memberikan saya PELUANG.
  7.  Saya TIDAK MEMINTA apa-apa untuk DIRI SAYA tetapi saya menerima semua yang saya PERLUKAN.

Begitu indah perkatannya, dalam dan mengandung kekuatan. Lembut namun menghujam langsung ke hati-hati yang putus asa. begitulah tabiat kekuatan hati yang dinaung ruh iman. Akhirnya bercermin pada sejarah yang telah ditorehkan oleh orang-orang hebat tersebut, adakah dalam hati kita terbersit untuk menguatkan diri memperbaiki kehidupan ini?

Jika pun masih belum sanggup merubah kehidupan banyak seperti orang-orang besar tersebut, maka setidaknya ada dalam diri kita untuk membangun kehidupan kita kearah kehidupan yang lebih baik, ke arah ruh-ruh keimanan yang mengembun sejuk, ke arah cinta yang menundukan keangkuhan penguasa-penguasa hina. Karena hal yang sedikit inilah yang akan menjadikan besar secara komunal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s