7 Alasan Kenapa Mahasiswa Abadi Harus Menyelesaikan Kuliahnya…:D

mahasiswa abadiHahaha…yang buka artikel ini pasti sudah pada nyadar diri pada males belajar ya..hehe.. Tidak usah malu-malu. Karena memang kenyataannya banyak teman-teman yang merasakan hal seperti itu. Sama seperti saya. Dulu, ketika saya masih kuliah pun ada fase dimana kuliah itu menjadi sesuatu yang menyebalkan dan malas sekali untuk dilanjtukan. Mata kuliah yang numpuk, atau skripsi yang tidak kunjung selesai mengakibatkan tenaga dan pikiran semakin terkuras dan memunculkan kemalasan yang tiada tara.

Malas itu wajar kadang datang, tapi bukan berarti kita berhenti kuliah kan? Berhenti kuliah akan menyebabkan panu, kudis, kurap.:D ngga bermaksud menyinggung kalian yang masih pada berstatus Mahasiswa Abadi. Ngga sama sekali. Cuma memang berapa banyak teman-teman saya yang sudah berstatus mahasiswa abadi. Ini bukan lantaran dia tidak pintar. Sesungguhnya teman-teman saya ini adalah kebanyakan orang-orang pintar yang secara akademik IPK dia diatas rata-rata. Tapi ada beberapa hal yang menyebabkannya tidak menyelesaikan atau belum menyelesaikan kuliahnya. Banyak alasan yang bisa dihadirkan oleh kita supaya kita terlihat “tidak bersalah”. Alhasil, terhambatlah semua yang seharusnya segera diselesaikan.

Saya ingin mengajak kepada kawan-kawan yang bergelar MA alias Mahasiswa Abadi  kenapa kita harus secepatnya menyelesaikan kuliah kita. setidaknya ada 7 Alasan:

1. Menyudahi Predikat MA

Prediktat “Mahasiswa Abadi” tentu saja seperti sebuah senda gurau saja bukan? Tapi bagi mahasiswa yang merasakannya akan merasa tersindir dan terhina. Ya, “nikmatin saja” kalau memang kita sudah dicap sebagai “Mahasiswa Abadi”. Jangan pernah menyalahkan orang lain. karena kesalahan bukan pada orang lain, bukan. Predikat itu tidak serta merta muncul begitu saja, pasti ada sebabnya.

Nah, dari pada melulu menyalahi dan merutuki keadaan, mending sudahi predikat “Mahasiswa Abadi”. “Saya kan tidak ada dana untuk menyelesaikan kuliah, jadi saya harus bekerja sambil kuliah.” Ngga ada alasan, No excuse. Tetap saja kita harus menyelesaikannya. Walaupun dengan terengah-engah, terseret-seret dan kata lain yang dapat mewakilinya. Kalau sudah dibilang “Tuh Mahasiswa Abadi datang” nusuk ke ulu hati yang paling dalamkan? Hehehe… Rasanya ingin lompat ke jurang saja?:D

2. Beban Hidup

Menjadi mahasiswa abadi juga adalah beban hidup. Serius nih. Ada waktu dimana ketika menjadi seorang yang berpredikat “Mahasiswa Abadi” merasa “kok ya hidup tuh begini-begini amat.” Dari pada ngeluh seperti itu, ya mending sudahi, selesaikanlah kuliah kita. kalau sudah lepas dari predikat itu, merasa terlepas dari sebuah beban yang maha berat di pundak. Batu yang dipikul serasa sudah diletakan dengan selamat dan tidak kekurangan sesuatu apapun.

Ada semacam rasa nikmat yang indah dalam hati kita karena telah menyelesaikannya. Ketika saya menyelesaikan studi S1 saya (peringatan, saya bukan mahasiswa abadi ya..hehehe) serasa beban yang menghimpit itu hilang semua. Saya seperti menemukan dunia baru yang siap saya jejali dengan kehidupan-kehidupan baru. Saya mengucapkan selamat tinggal kepada beban tersebut dan mengucapkan selamat datang pada “Kampus Kehidupan.” Cukup menyenangkan dan lebih menantang.

Nah, buat kalian yang masih kuliah, yang masih malas-malasan dan tidak selesai-selesai, mending coba sekarang rasain dulu beban yang menghimpit dipundak tersebut. “duuhhh…ngga enak banget ya kuliah….”selanjutnya kalian bayangkan “beuh, pokoknya nih ya, kalau sudah lulus kuliah, gue bakal buka bisnis ratusan cabang se Indonesia. Habis itu gue ingin umrohin orang tua. Habis umrohin orang tua, gue pengen keliling Indonesia, dunia bahkan.” Nah sialnya impian-impian akan sulit diwujudkan kalau kita masih di kampus. Kenapa? Karena ruang gerak kita terbatas.

Misalnya ada seorang kawan yang menawarkan sebuah bisnis yang hasilnya luamayan besar, tapi karena masih terikat di kampus, kita harus rela melepaskannya. Lintasan rezeki yang coba Allah berikan tersendat karena hal yang seharusnya tidak terjadi. Kalau sudah gini, rasanya nyeseekkk banget kan?

3. Kuliah Itu Penjara

Mumpung masih dalam suasana kemerdekaan saya ingin bercerita tidak enaknya dijajah. Sama seperti jaman penjajahan dulu. Kemerdekaan hari ini adalah kemerdekaan yang sangat indah. Terutama bagi orang-orang yang merasakan tidak enaknya berada dalam situasi penjajahan. Semuanya serba terbatas. Mau mengatakan MERDEKA!! Saja dibatasi. Mau bekerja kita tidak bisa bebas mengatur menjadi apakah kita nanti dalam pekerjaan. Dan lebih menyebalkannya hak-hak kita dibatasi. Semuanya dibatasi seperti penjara.

Nah, kita tidak perlu jauh-jauh merasakan dunia terjajah seperti itu (walaupun memang tidak akan pernah sama nuansanya). Terus terang bagi saya waktu masih kuliah, kuliah itu adalah sebuah penjara. Serius. Karena saya tidak bisa menjalankan bisnis, tidak bisa berkreasi kemana-mana. Traveling sambil ngurusin pekerjaan dan lain sebagainya. Karena kuliah ini penjara, maka saya memutuskan untuk keluar dari penjara yang menyebalkan ini. caranya? Ya secepatnya menyelesaikan kuliah bukan? Karena jika masih berada di kampus hak-hak saya sebagai manusia serasa dibatasi hanya karena saya belum lulus kuliah. Dan situasi seperti ini adalah situasi yang sangat menyebalkan bagi saya.

Karena saya sangat memimpikan kebebasan berekspresi dalam hidup, ya ngga ada kata lain, saya HARUS SECEPATNYA LULUS. Tidak perduli IPK saya berapa (yang jelas IPK saya masih diatas rata-rata lah..hehehe) yang penting saya bisa keluar dari penjara dan berkreasi sesuka hati. Menyelesaikan targetan-targetan hidup yang belum selesai dan lain sebagainya. Kalau sudah merasakan seperti itu maka yang terjadi adalah saya akan melakukan apapun untuk kebebasan hidup saya. Walaupun saya tidak merasa bersemangat untuk menyelesaikannya, saya mengiming-imingi diri saya dengan keindahan kehidupan paska di kampus. Uniknya faktor iming-iming itu sangat memengaruhi…:D

4. Karena Orang Tua Kita Sedang Menunggu Kita

“Ten, gue bisa keluar dari zona penjara kampus. Kalau ingin keluar, ya keluar aja ngga mesti nyelesein kuliah.” Bisaaa banget. Tidak menyelesaikan kuliah adalah salah satu jalan untuk bebas dari penjara yang bernama kampus. Tapi buat saya itu adalah jalan yang cukup berat. Dan tidak recommended banget. Kenapa? Orang tua kita sudah banyak berkorban untuk kuliah kita. Orang tua kita juga sudah berharap banyak bahwa kita akan menyelesaikan kuliah kita. jadi kalau kita tidak menyelesaikannya, maka yang paling pertama kecewa sesungguhnya bukan kita, tapi orang tua kita. beuuhh… Butuh waktu lama untuk menghilangkan rasa kecewa orang tua kita atas kegagalan kuliah kita. Kalau orang tua sudah sakit hati maka langkah-langkah selanjutnya akan lebih berat. Karena akan sangat sukar mendapatkan restu dari orang tua kita untuk memuluskan langkah-langkah yang akan kita lakukan kedepan. So, jika kita tidak perduli dengan diri kita, seengga-engganya kita perduli dengan orang tua kita.

5. Tertundanya Planning Yang Sudah Direncanakan.

Rencana sudah dibuat. Tanggal-tanggal untuk terwujudnya impian sudah dibuat. Nikah juga sudah dijadwalkan..:D tapi ternyata semuanya seperti masih menjadi mimpi-mimpi yang sangat jauh dari kenyataan. Kenapa? Salah satu yang menjadi penghambat adalah karena belum lulus kuliah. Semakin lama kuliah, semakin terhambatlah semuanya.

Ketika saya menemukan potensi saya di bisnis, saya merasa mati kutu karena merasa ada yang menghalangi langkah saya untuk bergerak. Planning yang sudah saya buat panjang lebar mengenai bisnis yang akan saya bangun, ternyata masih harus saya tunda dulu sampai kuliah saya selesai. Waktu itu saya di semester 6-7 an. Apalagi bagi mahasiswa abadi yang sudah masuk semester 10-12 an.. hehehe..nah, kerasa banget kehambatnya. Oleh karena itu let’s finish it. Habis gitu langsung tancap gas.

6. Membatasi Kreativitas

Karena tersendatnya kuliah mau tidak mau menyebabkan tertunda juga eksekusi rencana yang sudah dibuat. Apa yang sudah kita buat hanya sebatas rencana. Tanpa aplikasi maka ia akan menjadi impoten. Aksi yang kita buat akan menjadi reaksi yang mendatangkan kreatifitas. Bagaimana mungkin datang kreatifitas tanpa melakukan sesuatu?

Langkah yang terbatas namun pikiran yang terus menerus beraktifitas akan menjadikan kreatifitas kita tidak cepat berkembang. Contoh saja, jika anda adalah seorang penulis yang suka traveling, maka traveling membutuhkan perjalanan. Bagaimana mungkin anda akan melaksanakan sebuah perjalanan jauh jika anda masih terpenjara pada sekat kampus? Nah, rugi lagi kan. Biasanya kejadian seperti ini akan membuat semakin membuat prustasi. Dari pada prustasi melulu mendingan secepatnya diselesaikan deh kuliahnya bukan?

7. Berbuat Lebih Banyak Untuk Orang Lain

Intinya sih, semakin kita segera menyelesaikan kuliah kita, ya semakin kita bisa berbuat banyak untuk orang lain. untuk orang tua kita tercinta, saudara-saudara kita dan untuk yang lainnnya. Mereka juga butuh perhatian kita. apalagi orang tua kita yang sudah sepuh. Sudah tua, jangan terus membebankan orang tua. Jika kita belum mampu membahagiakan orang tua kita, setidaknya kita sudah tidak lagi menjadi beban orang tua.

Orang tua kita sedang menunggu kita untuk menjadi orang yang bisa memberikan manfaat buat sekitar. Orang tua juga sedang menunggu kita untuk menjadi orang yang sukses, yang bisa memberikan manfaat buat orang lain. bukan, bukan untuk meminta uang dari kita, karena mereka tidak membutuhkan itu. Tetapi melihat anaknya sukses adalah sesuatu yang sangat membahagiakan bagi orang tua. Melihat anaknya bisa menjalani kehidupan dengan baik adalah sebuah kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri. Jadi, tak ada alasan lagi untuk menunda-nunda kelulusan bukan?

Nah semoga 7 alasan kenapa kita harus menyelesaikan kuliah ini menjadi sebuah motivasi hidup agar lebih semangat, lebih tegar, dan lebih tahu bahwa orang-orang terdekat kita sedang menunggu menjadi seorang yang hebat dan bermanfaat buat orang lain. tunjukan itu dan katakan kepada orang tua kita “Pa, bu saya ingin mengatakan kepada bapak dan ibu bahwa bapak dan ibu tidak akan pernah menyesal karena telah melahirkan dan membesarkan saya.”

 

Iklan

8 thoughts on “7 Alasan Kenapa Mahasiswa Abadi Harus Menyelesaikan Kuliahnya…:D

  1. kulo nuwun…. misi mas, pengen komen,
    setuju banget, nggak lulus2 alias abadi tuh berasa kayak penjarah. nggak enak banget. mau ngakak2 tiba2 ingat skripsi belum kelar, lanngsung tiuung kepikiran. syukurlah aku bisa mengentaskan diri dari keabadian itu, walopun karena udah deadline DO ha ha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s