Surat Cinta Buat Yang Sedang Mempunyai Masalah

surat cinta yang sedang punya masalah“Hidup itu penuh dengan masalah yah…” tiba-tiba saja seorang kawan bergumam pada saya. “Yoi,” sambil nyengir kuda. hehe…. ya, memang kenyataannya seperti itu. Manusia hidup ya pasti bertemu dengan bermasalah. seorang Adam As yang diberikan kehidupan mewah di surga saja bisa bermasalah karena makan buah yang dilarang (inilah pertama kali masalah datang di kehidupan manusia) apalagi kita sebagai manusia, sebagai mahasiswa yang labil yang belum ketemu sama orientasi hidup. nah lho… Berbiacara masalah, beberapa hari lalu saya baca Al-Quran yang terjemahannya seperti ini:

“Kebaikan apapun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah. Dan keburukan apapun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. kami mengutusmu (Muhammad) kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.” (Annisa:79)

ayat ini membuat saya merenung betapa banyak orang yang mengeluh tentang kehidupannya, tentang masalah yang dihadapi. Padahal jika kita benar-benar merenungkan ayat di atas sebenarnya Allah swt sudah ngasih kuncinya. Kunci itu gamblang sekali Allah swt perlihatkan pada ayat di atas. “Kebaikan apapun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah…” Ini kunci bukan? Jadi seluruh kebiakan ya ada pada Allah swt. Kalau sudah begitu triknya gampang. Baikan saja sama Allah swt. 😀 Caranya simple, jangan melakukan keburukan “Dan keburukan apapun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri….” Ini kunci kedua. Keburukan datang karena diri kita sendiri. Bukan dari Allah swt. sudah jelas, fix, tidak ada keraguan. Kalau sudah tahu rumus ini maka kita sudah tahu yang harus kitalakukan.

Semakin sedikit kita melakukan kesalahan maka Allah akan dengan sangat mudahnya memberikan keindahan hidup. Ngga percaya? coba saja rasakan sendiri minimkan sebisa mungkin perilaku-perilaku yang menyimpan dan dekatkan diri ke Allah swt. mau bukti? Kalau kita lihat, banyak ustad-ustad yang hidupnya sangat tenang bukan? Ada seorang kawan ngaji lulusan Libya tinggalnya di Mesjid. Kerjaannya mengajar dan menghafal Al-Quran. kereeennn…. Tapi juga ada seorang guru ngaji saya yang juga seorang pengusaha sukses di bidang properti. sama-sama tenang hidupnya. Dua-duanya sama-sama faham ayat di atas. Hasilnya, mau kaya, mau miskin mereka sejatinya sudah faham pilihannya masing-masing dan insyallah sukses dunia akhirat.

Rahasia ayat di atas adalah semakin kita melakukan kesalahan, keburukan maka semakin susahlah hidup kita. Kenapa? karena Allah ingin menghapus dosa-dosa kita supaya tidak terbawa ke akhirat. Jujur, ini bukti kalau Allah swt sayang sama hamba-hamba-Nya. kalau tidak, maka berapa dosa yang kita tumpuk menjadi satu yang menenggelamkan amalan-amalan kita yang seuprit bukan? Mangkanya masalah itu datangnya sekarang, bukan di akhirat agar di akhirat sedikit saja dosanya.

Ini jugalah yang membedakan antara orang yang non muslim dengan yang muslim. Karena pada prinsipnya manusia mempunyai kebaikan, maka setiap manusia bisa melakukan kebaikan, baik muslim maupun non muslim. Untuk non muslim karena mereka juga bersedekah, berderma, membantu orang lain dan lain sebagainya, maka Allah membalasnya dengan kebaikan pula, yaitu dengan memberikan harta yang banyak kehidupan yang layak dan lain sebagainya. Tapi untuk akhirat? ya, mereka tidak mendapatkan apa-apa. Lihat, Allah memang maha adil ya…

Nah, sementara kita sebagai seorang muslim, salah sedikit langsung Allah kasih “pembersih noda” berupa cobaan. mahasiswa yang rajin nyontek Allah kasih nilai buruk, rasa tidak puas dan lain sebagainya. hehehe… Ngaku aja deh ya… (sialnya, dosen tidak akan pernah bisa ditipu. Mereka sudah berpengalaman ngelakuin yang kita lakukan hari ini)

Kembali ke ayat di atas, jadi ternyata sebagai seorang manusia, sebagaia seorang mahasiswa, sebagai seorang pelajar, intinya siapapun anda, ayat ini berlaku bagi kita semuanya. sampai-sampai Allah swt menurunkan Muhammad saw untuk menyampaikan hal ini karena saking pentingnya urusan yang satu ini. Subhanallah ya…

jadi, buat kalian yang merasa bahwa “kok ya hidup ini masalah terus yang ada,” ya jangan pernah menyalahkan siapa-siapa, karena sudah pasti masalah itu datang kepada diri kita karena apa-apa yang sudah kita lakukan. Nyontek, nitip absen, lebih asyik main game, membohongi orang tua minta uang buat biaya kuliah padahal buat hura-hura, dan lain sebagainya (hehehe… Ngaku saja deh ya…) itulah yang buat masalah tambah runyam. ALlah swt sedang menghabisi dulu penyakit-penyakit itu agar kita sadar bahwa apa yang kita lakukan itu salah. Belum sadar juga, Allah swt kasih masalah yang lebih berat lagi. belum sadar juga? dihajar lagi dengan masalah yang lebih lebih berat lagi. Kalau belum sadar juga, berarti hatinya sudah berkarat tuh.

“Ah, kan cuma nitip absen doang. Sok banget sih lo.” Lha, ya terserah saja. Ini memang tampak kecil tapi yang kecil ini akan membesar seiring terbiasanya kita melakukan hal tersebut. lihat saja banyak anggota DPR yang bolos rapat dan nitip absen. Jangan-jangan di kampusnya juga seprti itu. Ini penyakit, dan penyakit ini serius. Jadi hati-hati ya…

Ajaibnya adalah sebaliknya, ketika kita berbuat baik pada seseorang, maka ALlah swt akan mengganjarnya dengan kebaikan pula. Dan kebaikan ini memberikan kemudahan bagi kita untuk menapaki jalan yang terjal berliku dan menyakitkan (lebay). Saya yakin sahabat semua pernah merasakan hal yang serupa, berbuat baik dan ALlah swt langsung memberikan kebaikan lebih dahsyat. benarkan? Itulah, kenapa Rasulullah Muhammad Saw berlipat-lipat pahalanya, karena salah satunya adalah kebaikan yang terus terduplikasi sampai hari ini. Sementara keburukannya? ALlah jaga dengan terus mengingatkan kalau-kalau ada yang salah. kereeennn….

Jadi, buat sahabat yang merasa merana karena kuliah yang tidak beres-beres, masalah yang tidak kelar-kelar, sekarang coba deh instrospeksi diri kita, saya yakin pasti setiap harinya ada hal yang kita lakukan dan itu salah. Memang, manusia tempat salah dan khilaf, tapi kan tidak melulu harus salah to? Agama kita mengajarkan untuk meminimalisir kesalahan. supaya gampang hidup di dunia dan gampang masuk surganya. hehehe..

Udah ah,  mau revisi kesalahan agar tidak terdegradasi moral dan mengkudeta pahala. #gubrakkk. hehe

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s