7 Tipe Dosen yang Harus Difahami Mahasiswa

tipe dosenDunia belajar di SMP, SMA tentu saja jauh berbeda dengan dunia belajar di Universitas. Jika di sekolah guru bisa membantu jika ada masalah-masalah dengan akademik, maka di kampus tidak seperti itu. Sebagian besar dosen adalah manusia yang cuek dengan kehidupan pribadi mahasiswanya. ya, karena kita sudah disebut sebagai “Maha” jadi semuanya harus sudah bisa dilakukan sendiri. Ah, buat sahabat yang sekarang jadi mahasiswa pasti sudah faham maksud saya.

Nah, untuk menghadapi hal semacam itu, maka mau tidak mau sistem belajar kita di kampus harus dimodifikasi atau bahkan malah dirombak total. Jika tidak, maka kita tidak akan bisa survive.  Lalu apa yang harus dilakukan? sebenarnya sebagian sudah dibahas oleh saya di tulisan terdahulu.  Coba deh buka link yang ini. Disitu dijelaskan kenapa kita harus kuliah dan segala macamnya. Tulisan ini pentingkarena menjadi dasar alasan seseorang masuk ke perguruan tinggi.  Jika sahabat belum membacanya, coba tengok saja dulu sebentar siapa tahu bisa bermanfaat. karena tulisan tersebutmenjelaskan faktor internal kita tentang segala macam keputusan.

tulisan yang saya kasih link nya adalah faktor internalnya, faktor yang harus kita miliki sebagai mahasiswa. Jika sudah faham dengan faktor internal yang sudah saya tuliskan disebut, maka faktor yang sangat memengaruhi perjuliahan kita adalah faktor eksternalnya. Apa itu? tidak lain adalah dosen kita. Dosen inilah yang menjadi penentu nilai kita (selain diri kita sendiri, belajar yang bener..hehehe). Ada beberapa tipe dosen yang harus kita fahami agar kita bisa mendapatkan nilai yang bagus. Yang jelas bukan nyontek ya…

1. Dosen Asyik dan Baik

Biasanya dosen yang asyik dan juga baik ini adalah dosen-dosen muda yang masih belajar beradaptasi dengan mahasiswanya. Dosen seperti ini baik dan biasanya mudah memberi nilai A. Sahabat bisa ngajak dosen seperti ini berdisuksi, bertukar pikiran tentang mata kuliah yang dibawakan si dosen. Apalagi jika ia adalah seorang aktivis sebuah organisasi yang ternyata kita juga ada di dalam organisasi tersebut. Seperti mempunyai saudara saja. Tapi, jangan sampai karena kebaikan si dosen lalu kita memanfaatkannya ya.

2. Dosen Teks

Tipe dosen seperti ini biasanya dosen-dosen yang sudah lama mengajar. Lulusan tahun-tahun jadul. Ilmunya memang sering kali hebat, namun ia lebih senang memperbanyak catatan di setiap perkuliahan. Tidak heran jika buku sering habis karena banyaknya catatan-catatan. Dosen teks hanya memberikan informasi saja tanpa memancing mahasiswanya untuk berdiskusi. Hal ini dapat merangsang urat syaraf mata tentunya. Apa itu NGANTUK..!! hehehe…

Buat tipe dosen yang seperti ini tidak usah berdebat sama beliau. Jika diajak banyak berdiskusi bisa-bisa nilai jeblok karena memang dia tidak suka berdiskusi. Ikuti saja metode belajarnya. Setiap ada tugas, sahabat buatlah tugas dengan sebaik mungkin. Kalau bisa banggakan dosen tersebut dengan sering membantunya membawakan buku atau tas..hehehe… Ini terjadi pada teman saya, dan hasilnya sukses luar biasa, sekarang dia jadi dosen gara-gara pendekatan personal yang luar biasa. Selain memang kawan saya ini pintar, dia juga faham tipe-tipe dosen, sehingga hampir setiap dosen menyukainya.

3. Dosen Nyentrik

Dosen nyentrik seperti ini biasanya dia tidak terlalu perduli dengan kedosenannya. Jika ia seorang yang suka bertualang, maka ia akan selalu menggunakan sepatu gunung, jeans belel, tambut gondrong tas besar dan segala macam jenis aksesoris petualangannya. Saya punya dosen seperti ini dan bahkan menjadi pembimbing skripsi.

Dosennya asyik. Suasana hidup, dan ketika membahas makalah, maka ia selalu memancing dengan pertanyaan-pertanyaan cerdas. Dosen seperti ini susah ditebak. Kadan membuat pertanyaan yang nyeleneh dan lain sebagainya. Metode belajar juga loncat-loncat jadi tidak membosankan. Bahkan saking asyiknya dosen seperti ini, banyak mahasiswa yang malah curhat pribadi sama dia. Namun, buat urusan nilai, dia benar-benar perhitungan. Dia tidak mau memberikan nilai A atau B sembrangan. Hanya mahasiswa-mahasiswa yang memang cerdas sajalah yang bisa diberikan nilai B atau A. walhasil, kita harus lebih bekerja keras untuk mendapatkan nilai yang bagus. Sekalinya dapat nilai yang bagus dari dosen seperti ini, maka saya jamin puasnya minta ampun. Beda dengan dosen teks di atas, mudah sekali dapat nilai A. tapi semua mahasiswa nilainya A dan B semua. Tidak memuaskan karena kita tidak tahu batas kemampuan kita dimana.

4. Dosen Malas-Malasan

Tipe dosen pemalas seperti ini adalah tipe dosen yang sangat menyebalkan. Sering kali dia hanya datan 3 kali dalam satu semester. Hari pertama, hari pertengahan semester dan hari terkahir semester. Waktu belajar sering kali terbuang sia-sia karena dia tidak pernah datang ke kelas. Hanya memberikan tugas seenaknya agar terkesan kelas ada kegiatan. Biasanya dosen seperti ini hanya memberikan bahan untuk mencatat, dan kuliah pun selesai seiring catatan juga selesai. Kalau menghitung-hitung bayaran kuliah, maka nih dosen menghambur-hamburkan uang kita tidak jelas.

Oleh karena itu buat kalian yang ingin jadi dosen, jangan jadi dosen seperti ini ya. Karena dia sangat merugikan mahasiswanya. Mahasiswa kehilangan waktu produktif, kehilangan uang, dan parahnya dosen seperti ini juga ngasih nilainya asal-asalan saja berdasarkan feeling dia dan kedekatan dia dengan mahasiswanya. Beuh.. menyebalkan kan?

5. Dosen Super Sibuk

Dosen Super Sibuk ini hampir mirip dengan dosen malas. Bedanya sama dosen malas, ia sering tidak masuk kelas karena kesibukannya mengajar diberbagai kampus di luar kota bahkan di luar negeri. Dosen seperti ini biasanya metode belajarnya sangat bagus, diskusinya hdiup dan pengalaman mengajarnya juga keren. Dosen ideal lah. Cuma sayangnya karena jam terbangnya tinggi, ia sering kali digantikan oleh seorang asisten dosen yang kadang tidak lebih pintar dari mahasiswanya. Walhasil si asisten dosen ini sering kali kebingungan dengan pertanyaan-pertanyaan mahasiswanya. Karena itu, sering kali si asisten dosen tidak terlalu perduli dengan mahasiswanya yang penting materi tersampaikan dan DONE.

Jika sahabat mendapatkan pembimbing skripsi dosen super sibuk, maka untuk bimbingan sahabat harus bisa menyesuaikan jadwal dengannya. Jika masih sulit juga cobalah bernegosiasi dengan si dosen misalnya dengan mengirimkan via email, chatting dan lain sebagainya. Sebisa mungkin ketika bimbingan, tempatnya di rumah si dosen. Biasanya bimbingan di rumah si dosen akan lebih panjang waktunya dibandingkan di kampus atau di tempat lainnya.

6. Dosen Killer

Sering kali ketika pertama kali masuk kuliah di semester pertama, mahasiswa sangat ketakutan dengan dosen killer. Perangainya tidak pernah senyum, bahasanya keras dan tegas dan lain sebagainya yang mencerminkan seramnya dosen killer. Aturan yang sering diterapkan adalah memakai baju kemeja atau setidaknya berkerah. Tidak boleh masuk kelas setelah dia masuk dan lain sebagainya.

Dosen seperti ini biasanya adalah dosen yang sudah tua secara usia dan menggunakan metode belajar yang juga kolot. Kedisiplinan adalah segala-galanya. Sebenarnya tidak perlu takut dengan tipe dosen seperti ini. ikuti saja keinginan si dosen, jadi anak baik dan penurut. Jangan mendebat si dosen. Karena ia tidak terbiasa dengan diskusi dan debat. Salah-salah nanti malah dikeluarkan dari kelas. Jadilah mahasiswa yang mengalah dan ikuti prosedur, beres.

7. Dosen Militer

Dosen Militer adalah tipe dosen yang sangat serius mengajar. Misalnya tidak boleh masuk kelas jika si dosen sudah ada di dalam kelas karena akan membuyarkan konsentrasinya mengajar. Kehadiran 100% tidak boleh bolong satu hari pun. Tugas juga harus 100% masuk. Biasanya dosen seperti ini akan sangat siap dengan berbagai macam pertanyaan dari mahasiswanya. Namun, yang harus sahabat ingat adalah aturan yang ia buat di kelas dan tugas yang seabrek yang harus dikerjakan. Penuh dengan ilmu deh untuk dosen seperti ini. konsekuensinya sahabat harus lebih keras dalam belajar dan memenuhi tugas kuliahnya. Hehehe..

Sebenarnya masih banyak tipe-tipe dosen. Mungkin sahabat punya tipe dosen lainnya yang bisa di share disini?

 

 

Iklan

2 thoughts on “7 Tipe Dosen yang Harus Difahami Mahasiswa

  1. Bener, saya pernah ngalamin pas skripsi dapet dosen yang super sibuk. DItemuin susah, revisi lama, bimbingan maksimal 10 menit.
    Alhasil 1 semester + 2 bulan baru kelar skripsinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s