Pemuda Pejuang VS Pemuda Alay

Kalau ngomongin yang namanya pemuda, tentu aja ngga lepas sama yang namanya perubahan. Kata-kata bung Karno yang fenomenal “beri aku 10 pemuda akan ku guncang dunia.” Kata-kata yang mencerminkan semangat dan sebuah harapan. Yoi, siapa yang tidak kenal dengan Napoleon Bonaparte, Muhammad Al-Fatih, David (Daud as) yang mengalahkan Gholiat, mereka semua adalah para pemuda yang berkarakter. Muhammad AL-Fatih atau yang lebih dikenal sebagai Sultan Mehmed 2 diusianya yang ke-21 tahun ia mampu membebaskan Konstantinopel yang sudah ribuan tahun tidak tersentuh.

Pada masa kemerdekaan, pemuda pulalah yang yang telah mengobarkan api kemerdekaan. Sebut saja ketika Bung Karno diculik ke Rengas Dengklok. Tekanan-tekanan pemuda kepada bung Karno untuk segera memerdekakan diri menjadikan salahsatu momen penting merdekanya sebuah bangsa yang bernama Bangsa Indonesia. Sebelum itu juga di bangku-bangku sekolah kita sewaktu di SMP,  SMA kita belajar tentang gigihnya sebuah pergerakan pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Uih, pemuda dari jaman-kejaman selalu menjadi inspirasi bagi bangsanya, bagi tanah airnya, dan bagi bahasanya.

Nah pertanyaannya sekarang adalah kemana nih para pemuda harapan bangsa? Pemuda hari ini beda banget seperti pemuda di era-era sebelumnya. coba deh bandingin gambar berikut:Untitled-1.psd

Beuh, gimana negeri ini mau maju kalau pemuda hari ini jadi pada 4l4y? miriissss…

So, buat kalian yang masih ngerasa sebagai pemuda harapan bangsa, please…please alay nya udahan yuk….#sambiltepuk-tepuk bahu. Terus mari kita belajar gimana pemuda jaman dulu begitu hebatnya berjuang sampai akhirnya membuat sebuah kesepakatan bersama yang diberi nama SUMPAH PEMUDA. Pemuda dulu itu bisa sampai membuat kesepakatan seperti yang sekrang kita sebut sebagai SUMPAH PEMUDA. kenapa kita tidak bisa? coba sahabat. Ada yang hafal bunyinya? baiklah, nih bunyinya:

Sumpah Pemuda versi orisinal 

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

 

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Coba baca Sumpah Pemuda di atas dan kita sama-sama renungkan dalam hati. Di dalamnya tersimpan semangat pemuda waktu itu. Dan semangat ini mestinya terus tertanam ke dalam hati kita sampai detik ini. semangat itu yang seharusnya mampu membangkitkan pemuda hari ini. jaman memang telah berubah, tapi hal prinsip di atas (semangat pemuda) akan tetap sama dan akan terus sama, bahkan harus lebih kuat. Coba sahabat bayangkan seandainya ketika SUMPAH PEMUDA itu dibacakan oleh Sugondo waktu itu, sahabat ada dibagian terdepan dan sedang menyimaknya. sahabat ikut merenungkan tentang betapa beratnya menyatukan persatuan yang waktu itu masih dipecah belah sama penjajah.

Namun, pada tanggal 28 Oktober 1928 justru penjajahan telah membuat seluruh pemuda Indonesia bersatu padu. Merasa sehati, sepenanggungan. Hal inilah yang sekarang belum ditemukan pada pemuda di jaman sekarang. Nah, semoga dengan momen SUMPAH PEMUDA hari ini bukan hanya sekedar seremonial belaka, tetapi belajar bagaimana menguatkan dan merasakan kembali nilai-nilai yang diperjuangkan pemuda pada masa kemerdekaan bangsa yang besar ini. Jadi buat sahabat yang mengaku pemuda STOP ALAY dan belajarlah dari Bung Tomo bagaimana caranya menjadi seorang pemuda. #big hug dari saya buat para pemuda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s