Pelajaran Berharga Sepanjang Tahun 2013

“Ah, sudah Desember lagi, sudah di penghujung tahun lagi…” tiba-tiba teman di sebelah saya nyeletuk. Iya sudah Desember lagi artinya tahun 2013 akan segera meninggalkan kita. Ia akan berlalu tanpa harus menanyakan kepada kita apakah targetan kemarin sudah tercapai atau belum. Ia akan tetap meninggalkan kita walapun kita teriak “tunngguuu akkuuu..!”

Ada yang targetannya belum tercapai? Jika belum tercapai maka evaluasilah kenapa belum tercapai. Jika sudah, maka bersyukurlah berarti Allah mngabulkan doa-doa kita. Bagi yang mahasiswa apakah targetanya di tahun ini tertunaikan…? Atau malah nilainya jeblok semua? #sambil nepuk-nepuk bahu…hehehe

Sejenak saya pun kembali melihat target-target yang sudah dibuat diawal tahun 2013. Ada yang sudah tercapai tspi juga ada beberapa yang belum tercapai.
Namun bagi saya pelajaran tahun 2013 bukan tentang targetan yang memang sudah saya buat setiap tahunnya. Ada sebuah pelajaran yang sangat berharga dalam perjalanan hidup saya selama satu tahun kebelakang, yaitu tentang INTEGRITAS.

Bagi saya berbisnis sudah menjadi semacam candu yang tak akan pernah bisa dihilangkan. Ia sudah mendarah daging. Semenjak saya SD sampai sekarang berjualan adalah sesuatu yang selalu saya lakukan. Sampai pada akhirnya dari bisnis-bisnis yang saya jalankan saya belajar sebuah makna dari kata INTEGRITAS. Seringkali saya mendengar kata-kata ini. Ya, tapi hanya sebatas mendengar.

Bapak saya selalu berkata “Jaga kepercayaan.” Dan dengan mudah saya akan menjawab “Oke.” Ah, ternyata seiring berjalannya waktu baru terasa dan baru memahami apa yang bapak saya maksud dari pesan yang tak henti-hentinya beliau katakan ke saya.

Ini pelajarannya:

Sebuah pelajaran berharga yang seharusnya siapa saja memegang kuat kata dan makna dari sebuah integritas. Karena inilah harta yang paling berharga. Bisnis boleh saja naik turun. Kuliah boleh saja nilainya jeblok. Tapi integritas harus terus naik. Jika sedikit saja cacat pada sebuah sisinya, maka habislah ia. Ia akan meninggalkan noda yang sulit dihapus.
Namun, jika integritas itu tetap dijaga, maka sesulit apapun hidup, integritas ini akan tetap membantu kita dalam  membangun kehidupan baru. CATAT ini.

Integritas itu seperti urat nadi. Jika ia mati, maka matilah keseluruhan. Bagi seorang mahasiswa nilai buruk lebih baik daripada harus mencontek. INI BARU LAKI. Hehehe…
Buat yang masih pacaran, kalau cuma berani pacaran dan tidak berani menikahinya, itu yang saya bilang CEMEN. Banci aja berani menampakan kebanciannya..hehe…
Karena integritas Al-Fatih sebagai seorang sultan pulalah ia mampu menaklukan Konstantin. Karena integritas sebagai seorang muslim ini pulalah Abu Bakar mensedekahkan kebunnya karena ketinggalan salat berjamaah. Kalau kita lihat kembali maka integritas adalah salah satu ciri seorang muslim. Masih ingat bukan dengan hadist ciri-ciri orang munafik? Jika bicara ia bohong, jika berjanji ia dusta, jika dipercaya ia khianat. Ini nih yang namanya cacat integritas.

Orang seperti ini, apapun yang ia lakukan ia tidak akan pernah bisa menjadi orang besar. Cacatnya seperti paku yang ditancapkan. Ia akan terus berbekas walaupun pakunya sudah tidak ada. Yah, itulah integritas. Terihat sepele namun sedikit saja cacat maka perlu waktu yang lama untuk memperbaikinya.

Oke, jadi inilah pelajaran yang  sangat berharga sepanjang tahun 2013. Buat saya. Tahun-tahun yang melelahkan. Namun ia telah mengajari saya tentang sebuah hidup yang lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s