Tentang Kembali Ke Jalan Yang Benar

gunung_kelud_20140202_154728Tak berhenti. Ia terus saja berjalan, sedikit berlari dengan mengusap air mata yang tanpa bisa ia bendung. Hatinya seperti tercabik-cabik menahan sedih yang tak tertahankan. Hatinya berkecamuk melihat Kelud yang sedari dulu menjadi pemandangan nan elok dan terkenal dengan cerita silat Si Buta dari Goa Hantu kini meradang menerjang Kediri, bahkan sampai ke Jogjakarta dan Ke Bandung.  Ia menengok kanan kiri. Sesekali ia kembali menelusuri jejaknya dibelakang. Siapa tahu anak semata wayangnya terlihat diantara kerumunan manusia yang juga sedang sibuk dengan kegalauan. Hari ini Kelud menumpahkan perutnya. Anaknya hilang ketika Kelud sedang mengamuk. Ketika Kelud mengamuk anaknya sedang menginap di Paman Indra.

Mungkin cerita fiksi yang dengan susah payah ditulis bisa sedikit menggambarkan sedih ya… Jika kita lihat lagi kebelakang banyak banget kejadian yang tidak bisa dianggap normal. Sepertinya kejadian demi kejadian buruk terus saja menghantui. ahh.. syerem rasanya kalau sampai Ciremai ngamuk. Secara saya anak desa yang berada di kaki gunung ciremai.

Kejadian-kejadian di negeri ini saya yakin bukan tanpa sebab. Ada sebuah isyarat yang ingin Allah sampaikan kepada kita agar kita berpikir. Air laut surut di Banten, Gunung kelud meletus, Bencana Sinabung. Mereka (bencana) datang silih berganti. Di Televisi berita-berita penuh sesak dengan berita sedih. Ah… rasanya tidak tahan saja mendengar dan melihat semua kejadian.

Ditengah kegalauan yang melanda tiba-tiba saya ingat dengan sebuah ayat yang dulu pernah dipelajari sewaktu mentoring di kampus. Ayat tersebut cocok dengan keadan sekarang:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Arrum:41

dari ayat ini kemudian saya bercermin “jangan-jangan musibah ini gara-gara dosa saya. Atau mungkin dosa komulatif dari seluruh penduduk Indonesia, sehingga bencana seperti sedang “asyik” mengingatkan kepada kita.” Jika iya seperti itu, ngeri sekali ya. Kita tidak pernah tahu kenapa bisa seperti itu. Bukan hanya tentang gejala alam, tapi alam tengah mengingatkan kita tentang “kembali ke jalan yang benar”.

 

Iklan

3 thoughts on “Tentang Kembali Ke Jalan Yang Benar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s