Mahasiswa “Abnormal”

mahasiswa abadiKonsep pendidikan kita menurut saya terlalu “normal” dan sangat-sangat sederhana. Lihat saja alur pendidikan kita dimulai dari SD, SMP, SMA, Kuliah, Kerja, nikah lalu mati. Konsep seperti ini menurut saya adalah konsep dasar. Kalau sahabat tanyakan kebanyak mahasiswa tingkat akhir jika ditanya “habis kuliah mau ngapain dek?” pasti dengan tampang bingung “ya cari kerjalah mas.” Bener-bener jawaban yang “normal” dan biasa-biasa saja. Ada juga mahasiswa yang terus-terusan nongkrong di kampus. Padahal dia sudah semester 12 (#stres nih lihat mahasiswa kayak gini). Bukan tidak mau lulus. Tapi dia telah merasakan zona nyaman senyaman-nyamannya. Uang ngalir terus dari orang tua. Kerjanya makan tidur dan “kuliah” (saya kasih tanda kutip ya kuliahnya hehehe..)

Orang-orang hebat di dunia adalah mahasiswa “abnormal” pada awalnya. Mereka rela memutuskan rantai kehidupan yang sudah membudaya seperti yang saya sebutkan diatas. Bill Gates? Mark Juckenber? Buya Hamka (malah tidak merasakan bangku kuliah)? Habibi? Mereka adalah mahasiswa “abnormal” yang dengan “keabnormalannya” bisa merubah kehidupan mereka dan orang lain menjadi lebih baik. Abnormal sama dengan ber-visi besar.

prinsip kebanyakan adalah sesuatu yang banyak biasanya akan menjadi biasa-biasa saja. Berpikir seperti orang kebanyakan hasilnya akan menjadi seperti orang kebanyakana. Ini serius. Penambang emas ia akan dengan mudah melihat emas diantara tumpukan-tumpukan pasir hitam. Orang-orang yang mempunyai kemampuan biasa ia akan tersingkir seperti penambang emas menyingkirkan pasir. Nah, coba pikirkan lagi nih yang kayak gini. Kenapa? karena penambang emas hanya akan mengambil emas, bukan pasir. Ia akan menyingkirkan pasir-pasir hitam yang tidak berguna dimatanya. Begitu juga dalam sebuah kehidupan. Ia tidak memandang siapa kita. Yang ia lihat adalah apa yang kita lakukan. dan setiap yang kita lakukan akan sangat berdampak pada kehidupan kita di masa yang akan datang. beuh…

Orang-orang hebat akan selalu berpikir lebih terbuka dan lebih luas. Ia tidak mau sekedar mengikuti alur yang sudah dibuat. Ia akan bertanya “kok alur hidup ya begitu-begitu saja.” SD, SMP, SMA, Kuliah, Kerja, Nikah, punya anak, mati. wis..selesai kehidupannya. ah kalau kata The Comment “Hidup yang sangat, BIASAAAAAA.” hehehe…

Nah, saran saya bagi sahabat yang bertitel mahasiswa, jadilah MAHASISWA “ABNORMAL”. Mahasiswa “abnormal” bukan berarti mahasiswa yang gila ya. hehe… Mahasiswa yang abnormal selalu berpikir lebih jauh dari pada hanya sekedar IPK. Ia akan berpikir bagaimana caranya agar kehidupannya dia bisa lebih baik. Ia mempunyai impian-impian besar. Mahasiswa Abnormal akan dengan senang memunculkan ide-ide kreatif untuk kehidupannya. Impiannya telah mendorongnya untuk tidak berleha-leha di kuliah.

– Di aktivitas kuliahnya, Mahasiswa “abnormal” akan fokus pada bidang studi yang paling ia sukai. Ia akan mengulang-ngulang sampai dia bisa melakukan yang terbaik. Dan percayalah yang terbaik itu tidak ada. Kenapa? karena akan selalu menemukan hal yang baru ketika kita menggeluti sesuatu.

– Di Bidang ekonomi, Mahasiswa “abnormal” akan bisa memfokuskan bagaimana yang ia pelajari menghasilkan uang untuk kehidupannya di masa-masa kuliah. Mahasiswa “abnormal” akan selalu berpikir bagaimana hidupnya tidak lagi disubsidi sama orang tuanya.

– Di Bidang sosial budaya, yang ia pelajari (Mahasiswa “Abnormal”) akan memberikan efek positif pada lingkungan kehidupannya. Ia rubah semua “budaya” yang ada dengan kreatifitasnya.

Jangan terlalu fokus pada kuliahnya. Tapi fokuslah pada apa yang sahabat minati. Bukan Mata kuliah yang jeblok dan tidak diminati yang diulang-ulang belajarnya. Tapi justru mata kuliah yang paling diminatilah yang terus diulang-ulang agar mendapatkan hasil yang terbaik. So, silahkan pilih mau menjadi mahasiswa seperti apa sahabat semua?:D

Iklan
Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s