Mewujudkan Target Kelulusan

mewujudkan targetSetelah mengikuti training motivasi Alif lalu membeli sebuah buku dan menuliskan impian-impian di dalamnya “Oke, 100 target sudah ditulis semuanya!!” seru Alif dengan semangat 45. Alif merasa hidup kembali setelah ia merasa kehilangan motivasi hidupnya. Impian-impian yang baru saja ia tulis terasa seperti ingin segera direalisasikan. Setelah berhasil menuliskan 100 impian lalu memejamkan matanya, menarik nafas dalam-dalam lalu ia mengingat kembali satu persatu impian yang sudah ia tuliskan pada buku impiannya (sesuai petunjuk pada saat mengikuti training motivasi).

Ada rasa yang dalam sekali di hati Alif. Ia merasa impian-impiannya begitu dekat dijangkau dan sebentar lagi akan tercapai. senyum manis ketika ia membayangkan ia memakai Toga kebanggaan saat ia lulus kuliah. Ibu dan bapak Alif tampak begitu sumringah dan merasakan perjuangannya kini satu persatu mulai terwujud, punya anak yang sudah bertitel sarjana. Alif begitu sangat nyaman ketika membayangkannya. Ketika perlahan membuka matanya Alif merasa sangat begitu tenang dan optimis ia akan segera lulus setelah sekian lama ia telat beberapa semester.

***

(satu minggu kemudian)

“Set dah, males banget ya beresin skripsi.” Alif kembali kehilangan motivasinya. Impian yang ia tuliskan dalam buku impiannya hilang entah kemana. Ia seperti sudah tak ingat lagi bahwa ia pernah menuliskan impian-impiannya dengan semangat yang membara seminggu yang lalu. Terlebih ketika si gendut Dona dengan semangatnya mengajak main Dota game online kesayangan mereka berdua.

***

Hehehe… Ada yang pernah mengalami seperti Alif ini? Saya yakin diantara sahabat juga ada yang mengalaminya. Impian sudah dibuat, bahkan ditempelkan di dinding-dinding kamar tapi kok ya tetap saja impian yang dibuat itu seperti tidak datang-datang terwujud. Hampir dari semuanya belum juga terwujud. yahhh… that is the true story of me. Saya juga pernah merasakannya.

Yah, wajar saja sih. sering kali motivasi-motivasi seperti itu datang secara cepat dan pergi cepat pula. seperti yang terjadi pada Alif di atas. Nah, setelah itu akhirnya saya mulai belajar bagaimana caranya agar tidak mudah kehilangan motivasi. Apa yang sudah dilakukan Alif sebenarnya sudah benar. Cuma ia lupa satu hal. Ia tidak membuat teknisnya. Padahal teknis ini sangat penting untuk mewujudkan impian yang sudah dibuat. Impian itu akhir dari sebuah proses. Ada sebuah  tabel sederhana yang sudah saya buat. Tabel ini yang saya pakai untuk mewujudkan impian-impian saya. Salah satu impian saya waktu itu adalah mendirikan lembaga kursus Bahasa Inggris. Check This Out.

Contoh Realiasi Target

  Nama Lembaga: Avicena English Course
Target launching: 24 Desember 2010
Motivasi: hadiah ulang tahun istri
Waktu persiapan: 15 Agustus 2010
Peta Realisasi
1 Menemukan Ceruk Pasar 1. Menyurvei setiap lembaga kursus dan menemukan apa yang tidak mereka punyai (15 Agustus 2010)
2 Konsep lembaga kursus 1. Membuat kurikulum (15 Agustus – 15 September 2010)
2. Membuat manajemen lembaga kursus (15 September – 20 September 2010)
3. Memberi nama lembaga kursus (15 September – 17 September 2010)
4. Membuat konsep tempat kursus (16 September – 1 Oktober 2010)
3 Konsep Iklan 1. Prelaunching dengan training buku (1 Oktober – 15 Desember 2010)
2. Menyebar pamflet (1 Oktober – 5 Oktober 2010)
3. Buka stan pendaftaran (1 Oktober – 23 Desember 2010)
4. Launching (24 Desember 2010)
4 Launching Lembaga Kursus 1. Membuat sistem launching dan menentukan tempat launching (1 Oktober – 5 Oktober 2010)
2. Sosialisasi launching (5 Oktober – 20 Oktober 2010)
3. Launching (24 Desember 2010)

Teknis target inilah yang telah membantu saya mewujudkan banyak impian saya. Coba deh ya. semoga bermanfaat. Sahabat tinggal memodifikasinya saja dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. 🙂

Kunjungi website saya juga ya: www.tendikrishnamurti.com

Iklan
Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s