Trik Ajaib, Trust Me It Works (Terutama Buat yang Nilainya Memble:D)

merubah sahabat“Sebeeelll, orang pinter ngumpulnya selalu sama orang pinter…!!” Begitulah kira-kira Alif berteriak kesal. Betapa tidak, ia selalu melihat teman-teman di kelas Linguistiknya berkumpul dengan orang yang juga pinter. “Kenapa mereka tidak kumpul sama aku.” Alif bergumam lagi.

Hehehe… Mungkin diantara Sahabat ada yang merasa seperti Alif, ketika di kampus anak-anak pinter selalu ngumpulnya sama yang pinter lagi. Iyalah, lah kalau ngumpulnya sama yang tidak “sederajat” dia males nanyanya kan? Diajak ngobrol pake bahasa Inggris ngga ngerti. Diajak ngobrol matematika salah rumus mulu, diajak ngomongin politik malah inget sama Doraemon, diajakin ngobrol sejarah malah inget Pokemon. Gimana orang-orang pinter ngga Bete coba? Piss…:D

Jadi, wajar saja bukan kalau ada diantara Sahabat merasa “Cengo” kalau liat orang pinter ngobrol. Ibaratnya lagi nonton Dunia Dalam Berita di TVRI dan nanya ke diri sendiri “Ngomong apaan sih?” #Sambil garuk-garuk pohon….

Nah jadi apakah si anak-anak pinter ini salah kalau mereka ngumpul dengan orang yang juga “sederajat” kepintarannya? Jangan-jangan kitanya sendiri yang merasa minder berkumpul sama mereka. Menurut saya justru orang-orang pinter itu ngumpul dengan orang pinter lainnya dalam rangka menjaga ilmu mereka agar tidak luntur gitu saja. Mereka sedang berusaha menjaga ilmu yang susah payah mereka dapatkan di bangku sekolah dan kuliah. Rugi dong sudah belajar habis-habisan malah ngilang gara-gara gaul sama yang tidak faham. Nah, yang tidak faham ini harusnya nyadar diri supaya bisa naikin derajat kewibawaan di kelas.:p

Sebagai yang merasa terazlimi apakah kita dendam ke mereka? Tentu saja tidak perlu dendam dan jangan menyalahkan mereka. Justru karena ketertinggalan dengan mereka seharusnya kita menguatkan diri untuk masuk ke lingkungan mereka. Ingat pepatah yang mengatakan “Bergaul dengan tukang minyak wangi akan kebawa harumnya. Begitu juga ketika bergaul dengan pandai besi akan terkena hitamnya.”

Inilah yang saya sebut dengan menaikkan Ceiling. Ceiling adalah cara cepat dalam mengubah kehidupan kita ke arah yang lebih baik dengan cara merubah orang-orang disekitar kita. Ingin bukti? Oke, sekarang Sahabat ambil kertas dan pena lalu tuliskan 10 teman terdekat Sahabat. Setelah itu nilai mereka apakah akademisnya bagus atau biasa-biasa saja? Jika sebagian dari mereka mempunyai nilai yang bagus, maka saya bisa menyimpulkan bahwa Sahabat juga mempunyai nilai yang juga tidak jauh dari mereka. Namun, jika belum bagus, maka sebenarnya Sahabat sudah mempunyai potensi menjadi orang yang terbaik. CATAT…!!

Artinya apa? Salah satu trik untuk merubah nilai-nilai yang warna-warni menjadi hanya satu warna ya dengan merubah pola pertemanan Sahabat. “Lha terus gimana dong teman-temanku yang baik hati sebelumnya?” Emang saya suruh situ untuk mutusin hubungan persahabatan? hehehe… Bukan itu maksud saya. Tapi cobalah Sahabat berusaha untuk menambah teman-teman lain yang sudah menjadi expert alias pintar bin brilian. Dari situ Sahabat sedikit demi sedikit akan terasa perubahannya.

Mungkin awalnya ngga nyaman karena merasa ngga nyambung dengan obrolan-obrolan mereka. Tapi coba deh ngobrol dari hati-ke hati tentang tujuan Sahabat ingin dekat dengannya. Jelaskan kalau kita ingin belajar banyak dari mereka. Mereka pasti bakal paham dan dengan senang hati akan membantunya. Ah, terus terang sebenarnya ilmu ini adalah ilmu ajaib yang mahal banget. Saya sudah merasakannya sendiri. Betapa memang begitu sangat tidak nyamannya merubah dari posisi yang teramat sangat nyaman dengan kehidupan kita lalu merubahnya menjadi sesuatu yang pada awalnya tidak normal karena mengikuti kehidupan mereka “orang-orang pintar). But, it works. Trust me!! (sambil bergaya kayak L-Men hehe).

Saya merasa teman-teman saya hari ini adalah orang-orang hebat yang juga mempunyai impian yang hebat. Saya belajar banyak dari mereka tentang bagaimana menghadapi hidup. Dan, ngga kerasa ternyata sedikit demi sedikit saya mengikuti dan mempelajari pola sukses mereka sambil bertanya dalam hati dengan penuh penasaran “Bagaimana mereka yang masih muda-muda dari saya kok bisa lebih sukses?” So, coba deh tips ini ya. Jalankan 3-4 bulan lah. Bilang sama Sahabat-Sahabat yang baru ingatkan kalau saya malas ya”. Manjurrr pasti..:D Let’s try it

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s