Titik Balik

Highway sign showing curve ahead - blurred background.Semalam saya berbincang dengan salah satu teman sekaligus peserta Kelas Menulis Online yang saya adakan. Cerita ngalor ngidul tentang kehidupan di Whatsapp. dan sampailah pada titik dimana ia bercerita tentang cobaan demi cobaan yang seperti tidak pernah berhenti. Kayaknya Allah memuaskan diri untuk memberikan cobaan ke teman saya ini.

Hmm, sejatinya setiap manusia akan selalu berhadapan dengan masalah. Bagi seorang mahasiswa bahasa Inggris mungkin mata kuliah yang ngebahas tentang old English, middle English merupakan mata kuliah yang menyebalkan dan membuat jengkel (pengalaman kalau yang ini.. hehehe). Bagi seorang pebisnis, mungkin dihadapkan dengan hutang-hutang yang menggunung, bagi penulis dihadapkan dengan ide yang nggak kunjung datang, dan bagi karyawan kerjaan yang nggak pernah habis.Atau mungkin masalah di keluarga yang sangat pelik.

Well, pada prinsipnya manusia hidup memang akan selalu dibarengi dengan masalah bukan? Bahkan seorang Soe Hok Gie daking kesalnya dengan kehidupan ini berkata “Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda..” (Soe Hok Gie)

Bagi seorang yang mempunyai optimisme tinggi apa yang dikatakan Gie adalah sebuah kepesimisan dalam hidup. Kenapa? karena sejatinya hidup manusia sudah Allah swt atur bukan? Jadi, mau mati muda, mau mati tua, intinya bukanlah disitu. Tetapi bagaimana kita menghadapi seluruh masalah itu dengan tetap optimis bahwa hidup kita akan selalu bertemu dengan hal-hal yang tidak kita inginkan. kenapa? Karena masalah yang Allah turunkan dalam rangka menjadikan kita manusia yang kuat.

“Ah, teori lu Ten!” Memang teori hehehe… Karena saya pun belum sekuat Bilal yang ditindih dengan batu karena memegang keyakinannya, bahkan tidak sekuat semut yang mampu mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya yang mungil. Tapiiii, manusia diberikan akal untuk berpikir. Mangkanya kenapa Allah memercayakan amanah untuk menjadi pengurus bumi ini kepada manusia, bukan ke gunung, laut, atau makhluk Allah lainnya. Karena manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah lainnya.

Masalah yang menghimpit, bagi orang yang selalu pesimis adalah kehidupan yang seperti harus disudahi. Tetapi bagi orang yang percaya bahwa Allah swt nggak bakal ngasih sesuatu diluar batas kita, maka masalah adalah sebuah titik balik untuk kehidupan yang lebih baik. Masalah yang menghimpit seperti sumur yang terdalam dan tidak ada dasar lagi. maka setelah bertemu dengan dasar sumur, kita bisa kembali berpikir bagaimana agar kita bisa memanjat sumur untuk menghirup oksigen yang lebih banyak. #bahasa motivator nih :p

Well, jadikan masalah itu titik balik kita dalam hidup. Pertanyaannya adalah kapan kita tahu bahwa titik yang hilang itu adalah titik balik? Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita masing-masing. hehehe… Karena setiap manusia mempunyai masalah yang berbeda dan penyikapan yang berbeda. Lalu bagaimana cara agar menemukan titik yang hilang itu? Caranya adalah dengan bertanya ke dalam diri kita tujuan hidup kita apa? kenapa kita harus hidup? dan bagaimana cara menjalankan hidup ini? Setelah itu turunkanlah dengan langkah-langkah jelas untuk mengarungi hidup kita.

So, selamat menemukan titik balik guys. temukan titik yang hilang itu, dan mulailah kehidupan kita dari titik tersebut. Jangan pernah melihat kehidupan orang lain terlalu berlebihan. Karena kehidupan orang lain mempunyai jalannya sendiri. Begitu juga dengan kehidupan kita. Pakailah kaca mata kuda agar apa yang kita pandang adalah kehidupan kita sendiri. lirik sebentar ke kehidupan orang lain untuk belajar darinya lalu berjalanlah kembali untuk kehidupan kita. 🙂

Ah, rada serius nih tulisan yang ini. tapi, semoga bermanfaat deh ya..:D

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s