Fenomena Asma Nadia

image

Sedih rasanya beberapa hari ini Mba Asma Nadia di bully terkait tulisan beliau di Republika beberapa hari lalu. Bahkan yang paling ekstrim dan (menurut saya) menyakitkan adalah tuduhan pengikut agama Syiah dari orang-orang terhadap beliau. Ada yang bilang beliau taqiyah (dalam ajaran syiah ada ajaran diperbolehkannya berbohong untuk kepentingan agama Syiah) dan lain sebagainya.

Terlepas dari apakah mba Asma Nadia ada kekurangan dalam tulisannya atau tidak, maka itulah efek dari sebuah tulisan. Tulisan bisa diterjemahkan menurut penilaian si pembacanya masing-masing. Nggak peduli apakah maksud si penulis ke A ternyata si pembaca memahaminya sebagai B, begitulah sebuah konsekuensi dalam sebuah tulisan.

So, menulis sebuah kebaikan saja akan diterjemahkan dengan berbagai macam persepsi, apalagi jika menulis sesuatu keburukan bukan?

Lalu apakah dengan kejadian yang telah menimpa mba Asma Nadia kita berhenti menulis? Tidak! Lanjutkan menulis. Tulislah apa-apa saja yang menjadikan orang lain mengarah kepada kebaikan. Tulislah apa saja yang membuat mata orang lain belajar tentang kemana mereka harus melangkah.

Dibalik kelemahan kita sebagai manusia, Allah tetap mewajibkan kepada kita tentang menyampaikan sesuatu yang bermanfaat. Jikapun ada kesalahan dalam tulisan, maka:

– Sekelas nabi Adam as pernah terbujuk makan buah Kuldi.

– Sekelas nabi Yunus as pernah melakukan kesalahan dengan meninggalkan kaumnya.

– Sekelas nabi Muhammad saw pernah ditegur oleh Allah swt karena lebih mementingkan dakwah kepada orang berpengaruh dibanding kepada satu orang buta, Abdullah Ibnu Maktum.

Maka apa yang terjadi pada mba Asma Nadia, itu menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam setiap merangkai kata.

Terakhir, saya percaya “kesalahan” yang dilakukan oleh mba Asma Nadia terhadap tulisan beliau di Republika hanyalah “noda kecil” atas ketulusan beliau berjuang lewat tulisan-tulisan yang sudah menginspirasi jutaan orang dan berujung pada kebaikan si pembaca buku-bukunya. Jadi, jika ada kesalahan kecil pada seseorang, jangan lupa ada pula kebaikan-kebaikan yang seharusnya kita apresiasi.

So, tetaplah menulis, tetaplah memberi manfaat lewat tulisan-tulisan kita ya.. ^_^

#SarapanKata, #Kontemplasi

Foto: hot.detik.com

Iklan
Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s