Buku Tamu

web3

Buat sahabat yang ingin bersilaturahmi dan saling mengunjungi, silahkan isi buku tamunya di bawah ya…Semoga bisa saling berinteraksi satu sama lain.

Tidak ada yang lebih indah dari apapun selain bisa memberikan manfaat buat orang lain. Berbagi kehidupan, berbagi motivasi untuk menjemput impian-impian yang sedang kita kejar dan berusaha untuk mewujudkannya. Karena impian itu seperti naik gunung, kadang ada lelah yang menyergap, bertemu dengan pemandangan yang indah di tengah jalan menuju puncak, ada luka ketika terjatuh. Itulah hambatan-hambatan yang dapat memberhentikan kita dari impian yang sedang kita kejar. Hanya orang-orang yang mau membayar harganya sajalah yang akan mencapai puncak impian.

Berbagi mimpi, berbagi silaturahmi, berbagi nasihat..:D

Aamiin…

127 thoughts on “Buku Tamu

  1. Tendi~san, saya senang bisa membaca tulisan Mas. Membaca memberi semangat. Awalnya, menulis itu gak perlu karena sudah banyak penulis. Tapi, setelah banyak membaca apa saja, banyak hal yang mengusik nurani kreatif untuk menulis.

  2. Halo Kang Tendi…
    Saya Syafri Danil dari kelas KMO 4E Alhamdulillah telah menyelesaikan tugas yang diberikan pada malam kamis, 11 november 2015 berupa artikel bertemakan kenapa saya menulis?

    Dipersilahkan mengunjungi syafridanil.blogspot.com

    Mudah2an saya dan kita semua selalu Konsisten dan Istiqomah menjalaninya.

    kritikan, saran dan masukan sangat saya tunggu2…

    Trimakasih Kang Tendi

  3. Assalamu’alaikum. Maaf pak baru mengumpul tugas… blog yang lama didelete, jd lewat yekticia.tumblr.com saja boleh kan pak? Maaf…

  4. Assalamu’alaikum. Maaf baru kumpul tugas pak.. Blog lama didelete, lewat yekticia.tumblr.com boleh kan pak? Terimakasih…

  5. Bismillahirrohmanirohim

    hari ini selasa 10 november 2015 bertepatan pada hari pahlawan saya mengizinkan diri saya sendiri untuk menjadi seorang penulis,penulis yang tidak asal nulis tetapi yang bisa menghasilkan minimal satu buku best seller atau lebih baik lagi.

    kenapa saya harus menulis?itu juga pertanyaan yang pernah terbesit dalam angan dan fikiran saya sampai akhirnya pada waktu mengikuti KMO dari mas tendi saya tersentak,jujur sih awal mulanya saya cuma iseng ya dari pada gak ada kerjaan mending iseng-iseng berhadiah,hehe dan ternyata benar pada waktu saya mengikuti KMO di situlah jiwa ini serasa di tampar makjleb.

    teringat saya akan nabi Agung Mohammad saw yang mana beliau mendapatkan wahyu pertama di gua hira’ dengan perintah iqra’ atau bacalah.terus apa hubunganya,ya dari perintah membaca tersebut dapat kita jabarkan kita di perintah oleh Allah melalui junjungan kita nabi Agung Mohammad saw supaya Membaca selain membaca ayat yang tersirat juga ayat yang tersurat.

    menarik dari satu perintah membaca terdapat multi tafsir salah satunya supaya kita belajar,semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin tinggi pula derajadnya.bukankah kita di ajarkan oleh nabi Mohammad jika kamu menginginkan dunia harus dengan ilmu,jika kamu menginginkan aherat juga harus dengan ilmu,dan jika kamu menginginkan dunia dan aherat harus dengan ilmu pula.sampai-sampai ada pepatah arab mengatakan belajarlah kamu sampai ke negeri cina.

    kembali ke bahasan Membaca,tentu selain membaca itu harus dengan ilmu tentu kita mengenal hukum sebab-akibat dimana untuk bisa membaca tentu harus ada yang di baca untuk ada yang di baca tentu harus di awali dengan tulisan,maka jika kita tarik garis lurus dapat kita simpulkan bawasanya Menulis itu termasuk perintah Allah secara tidak langsung.

    menarik,mari kita bahas lebih lanjut tentang menulis,menulis disini bukan hanya sekedar menumpuk kata demi kata tapi lebih dari itu..TULISAN itu ibarat LISAN.kenapa,karena apa yang kita tulis sebenarnya itu merupakan sebuah resonansi buah fikiran kita.dalam alam bawah sadar kita terdapat dua gep si hitam dan si putih begitu saya menyebutnya dimana jika fikiran kita buruk tentu lisan atau tulisan kita juga hal-hal yang buruk pula dan jika pikiran kita baik dan positif tentu lisan atau tulisan kita mengeluarkan sesuatu yang baik pula.

    Allah membuat perumpamaan lalat vs lebah dimana makluk yang bernama lalat tersebut makan dari hal yang kotor atau buruk dan yang di keluarkan pun sesuatu hal yang buruk sehingga bisa menybabkan penyakit bagi manusia,lain halnya dengan lebah.lebah yang dimakan sesuatu yang baik dan yang di keluarkan sesuatu yang baik pula sehingga muslim yang baik harus bisa mencontoh lebah dimana jika lisanya berkata atau menulis itu tulisanya harus yang baik pula.

    terlepas dari hal tersebut di atas seringkali kita mendengar atau melihat buku-buku yang tidak baik,buku-buku yang tidak mendidik bahkan cenderung memprovokasi untuk melakukan keburukan dengan di bungkus hal yang keliatanya menyenangkan dan menarik. saat kita tahu paling kita hanya bisa mengelus dada,geleng kepala,sudah itu saja dan ajaran kesesatan-kesesatan akan terus merajalela tak terbendung karena kita hanya diam tak melakukan apa-apa naudzubillah..lantas dimana posisi kita pada saat kita di yaumul akhir dan dimintai pertanggungan jawaban oleh Allah,jawaban apakah yang akan kita berikan bukankah Allah telah berfirman dan barang siapa melihat suatu kedzaliman atau kemungkaran maka wajib memerangi atau dilawan dengan kekuatan/power ,jika tidak mampu maka dilawan dengan lisan,dan apabila tidak sanggup maka cukup berdo’a dalam hati sesungguhnya itulah selemah -lemahnya iman. saat kita melihat suatu kemungkaran apa kita hanya diam?mungkin perlu di kroscek iman kita atau jangan-jangan kita termasuk lemah iman,padahal oleh Allah kita di bekali semua yang di perlukan untuk melawan kemungkaran-kemungkaran tapi kita hanya diam malas seolah-olah kita tak peduli dengan itu semua,lantas bagaimana nasib anak cucu kita kelak saat di perpustakaan,dalam pelajaran buku-buku yang mereka baca menjerumuskan mereka bahkan mungkin bisa membelokan akidah mereka.

    dan sejarah membuktikan buku atau tulisan efeknya sungguh dasyat,ambil saja contoh pada abad pertengahan banyak orang kulit hitam yang terbantai karena buku teori darwin,dari sebuah buku pulalah lahir pemikir pemikir modern,tak pelak dari dari sebuah buku dapat mengakibatkan perubahan suatu peradaban.dan bisa jadi dari satu buku dapat melahirkan sebuah budaya dan peradaban yang baru.pertanyaanya kebudayaan dan peradaban yang bagaimanakah yang kita tularkan apakah peradaban yang cenderung mendekatkan kita kepada Sang Khaliq ataukah perdaban yang semakin menjauhkan kita kepada Sang Pencipta.

    berawal dari sinilah hati saya mulai terketuk untuk merubah keadaan,saya mantapkan dalam hati saya perjelas dengan sidik jari kemenangan.dengan nawaitu Bismillah maka malam ini saya bertekat untuk jadi seorang penulis,inilah cambuk yang memompa saya,inilah alasan yang mendasar “Kenapa saya harus menulis” apa lagi saya diingatkan akan rasa tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan agar suatu kelak ketika Allah bertanya tentang apa yang sudah dilakukan untuk negeri ini,kita bisa menjawabnya,walaupun mungkin tidak terlalu banyak mengubah keadaan tapi semoga tulisan kita mengubah orang-orang terdekat kita.. terlebih disinilah terdapat ladang amal multilevel pahala yang tak terputus bahkan sampai akhir hayat menutup mata ,subhanallah semoga kita dimampukan.

  6. Assalamualaikum kak Tendi,
    Tugas anak kencur telah terposting di blog. Alhamdulillah, semoga si anak kencur semakin rajin menulis.
    Best regard
    Si anak kencur

    Silvianandaputrierito.blogspot.com
    (Semoga gak terlalu kencur tulisannya)
    Haturnuhun

  7. Kang tendi ini tugas kmo 4b2 saya..dan dari kmrin baru bisa upload karena jaringan susah..saya amat sangat pemula idapatmawati.blogspot.com terimakasih..

  8. Assalamu’alaikum. ini tugas 2 dari pertemuan pertama. Zara dari KMO 4E kel.1. ini linknya guzaazzahra.blogspot.com

  9. Mengapa kita harus menulis?

    Menulis merupakan salah satu kegiatan yang memiliki banyak nilai positif namun dalam perkembangannya kegiatan ini kurang di minati banyak orang, bukan hanya di kalangan para pelajar bahkan di kalangan masyarakat luaspun banyak yang tidak menyukai kegiatan ini. Alasannya tentu bermacam-macam, ada yang bilang menulis itu pekerjaan yang membosankan, melelahkan, jenuh, bikin males dan masih banyak lagi embel-embel asalan mereka mengenai menulis.
    Sebenarnya tanpa mereka sadari ada puluhan ribu bahkan jutaan kata yang telah mereka tulis yang dapat mempengaruhi orang lain, menulis tidak hanya dengan menulis diary atau membuat karya tulis saja, dengan kita membuat status di sosmed seperti di Facebook, Instagram, BBM, Twiter, dan yang lainnya merupakan salah satu kegiatan menulis, atau menulis buku pelajaran bagi para pelajar dan membuat laporan bagi para karyawan merupakan kegiatan menulis pula.
    Sering kali kita merasa senang apa yang kita tulis mendapat reaksi yang baik dari orang lain terlihat dari pujian yang mereka lontarkan membuat kita senang dan ingin menulis kembali, khususnya di kalangan muda mudi sekarang ini yang telah menggunakan Sosial Media untuk mengapresiasikan diri. Jutaan bahkan milyaran status mereka post di akun pribadinya, hal yang menarik dari kasus ini ternyata banyak para pengguna social media yang berlomba-lomba membuat post semenarik mungkin baik dari status, foto bahkan video. Semua itu mereka lakukan untuk mendapat Like sebanyak mungkin dari para pengguna Sosmed yang lain, tidak hanya Like bahkan komenanpun merupakan hal yang di sukai karna di anggap sebagai penilaian dan tanggapan orang lain terhadapnya. Semakin banyak Like dan komen yang mereka dapat tentu semakin di kenal.
    Ini adalah zaman modern di mana segalanya serba mudah, teknologi sudah canggih, banyak orang yang mengatakan mereka tidak menyukai munulis namun sebenarnya mereka adalah seorang penulis yang baik.
    Harus kita ingat dalam menulis bukan hanya menulis diary, karya tulis, membuat laporan atau membuat status di sosmed, 70% seluruh pekerjaan membutuhkan tulisan.
    Padahal jika kita cermati dengan baik menulis merupakan salah satu kegiatan yang memiliki segudang manfaat bukan hanya untuk penulisnya, juga bagi para pembacanya. Dengan menulis pikiran akan lebih terbuka lebar, kita seolah-olah terbang dalam dunia hayalan di mana kita bisa melakukan apapun sesuka hati masuk melalui imajinasi dan ciptakan dunia sendiri, kita bisa mengeluarkan pendapat sepuasnya tanpa takut ada yang melarang, menulis bisa di jadikan media mencurahkan isi hati, sebagai pelepas penat dan jenuh, mengekspresikan diri dengan tulisan telah banyak kita ketahui di zaman modern ini.
    Menulis bukan lah suatu kegiantan yang 100% berisi hal yang positif, banyak pula kita temui dampak negative dari menulis, sebenarnya bukan kegiatan menulisnya yang berdampak negative akan tetapi orang yang menulisnya, orang yang mengeluarkan gagasannya, idenya, pikirannya, mereka memiliki suatu pemikiran yang negative kemudian menyalurkannya dengan menulis dan menyampaikannya kepada pembaca. Hal inilah yang membuat dampak negative dari menulis, yaitu orang-orang yang tidak bertanggung jawab mereka merusak pikiran para pembaca dengan media tulisan.
    Maka dari itu tugas seorang penulis bukan hanya menyampaikan idenya, pikirannya, gagasannya ataupun dunia hayalannya tapi juga menyampaikan hal-hal positif yang membangun para pembaca. Memberikan pesan dan kesan yang baik dan harmonis, menciptakan dunia nyata dalam bentuk tulisan seolah mereka masuk kedalam ketulisan tersebut, membawa mereka untuk terus berusaha dan berkarya, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap karya tulis dengan membaca karya tulis tersebut sehingga mereka selalu di bekali ilmu dan motivasi dalam kehidupannya.
    Tulisan, buku ataupun segala macam hal yang berbentuk tulisan dan karya tulis merupakan sebuah media untuk menghipnotis para pembaca, segala pesan akan tersampaikan melalui tulisan, sering kali para pembaca akan masuk ke dalam dunia yang kita buat melalui tulisan. Pikiran mereka akan masuk dan mengikuti arah yang kita ciptakan. Begitu pula dengan perasaan yang kita bawa saat menulis akan di rasakan pula oleh pembaca. Namun sayangnya di Negara kita hanya sedikit sekali orang-orang yang mencintai karya tulis. Karya tulis dianggap suatu hal yang membosankan, karya tulis di anggap hanya di peruntukan untuk pelajar dan orang-orang yang menyukai karya tulis tersebut, padahal sebenernya karya tulis itu bersifat elastic tidak hanya di peruntukan untuk orang-orang tertentu tetapi untuk semua kalangan.
    Dengan karya tulis kita bisa melihat dunia dan seisinya, ada jutaan ilmu yang dapat kita temukan dalam karya tulis, maka dari itu mulailah kita mencintai karya tulis dari hal yang sederhana, memulai mencintai karya tulis dari buku dengan tema yang kita sukai.
    Begitu pula alasan saya yang ingin menjadi seorang penulis best seller yaitu untuk menciptakan tulisan-tulisan yang baik dan bermanfaat, disukai semua kalangan, memberikan rasa betah saat membaca, membawa pembaca ke dalam dunia yang saya buat, membuat rasa ketagihan dan asyik membaca, menghilangkan pola pikir masyarakat yang menyatakan karya tulis itu membosankan, mendorong masyarakat untuk mulai mencintai karya tulis dan mulai menulis, menumpahkan segala pola pikir dalam bentuk tulisan yang kemudian dapat di terapkan dalam kehidupan.
    Dari paparan di atas merupakan gambaran dari masyarakat kita selama ini, maka dari itu ingin rasanya saya sebagai generasi muda untuk ikut serta memperbaiki moral masyarakat Indonesia khususnya anak muda masa kini, karna semuanya belawal dari niat dan keyakinan yang kuat, semoga dengan niat saya ini bisa menjadikan masyarakat untuk lebih menyukai dan menghargai karya tulis dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s